PPP Kukuhkan DPC dan PAC Se-DIY, Siapkan Regenerasi Jelang Pemilu 2029
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Ilustrasi/Harian Jogja-Ujang Hasanudin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Tindak kekerasan jalanan tanpa alasan jelas atau lazim disebut klithih di Jogja kembali merenggut nyawa pelajar. Adalah Daffa Adzin Albasith yang meninggal dunia akibat sabetan gir oleh para pelaku klithih.
Korban merupakan pelajar kelas XI IPS 3 SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja sedianya akan membeli makanan untuk sahur. Namun dibuntuti sekelompok pelaku klithih yang menghantamkan gir mengenai kepala belakang.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo menjelaskan peristiwa itu berawal saat tiga siswanya yaitu korban Daffa bersama dua temannya menggunakan dua motor. Mereka sedianya akan membeli makanan untuk makan sahur karena kebetulan tinggal satu indekos di kawasan Jalan Kusumanegara. Mereka dibuntuti oleh sekelompok pemotor, kemudian berusaha untuk menyelamatkan diri.
"Ada dua anak kami yang itu pakai satu motor namanya sama-sama Dafa. Dafa Saputra yang nyetir dan Dafa [Adzin Albasith] ini korban yang membonceng berada di belakang. Ini kena sabetan benda tajam yang kami perkirakan semacam gir," katanya saat ditemui di Gedung Ibnu Sina Kompleks SMA Muhammadiyah 2 Jogja Jalan Kapas, Senin (4/4/2022).
Kemudian oleh pelajar yang memboncengkan korban pun dibawa ke RSPAU Harjolukito. Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, pada Minggu (3/4/2022) pukul 09.30 WIB nyawa korban tak bisa diselamatkan. Pada hari itu pula kemudian jenazah dibawa ke rumah duka Kebumen, Jawa Tengah. Pemberangkatan jenazah diiringi oleh guru, siswa lainnya serta sejumlah perwakilan orangtua siswa lainnya.
BACA JUGA: Kumat Lagi! Klithih Jogja Renggut Nyawa Remaja, Ini Kasus-kasus Sebelumnya
"Saat itu juga langsung dirawat, dan kami meluncur ke rumah sakit. Kemudian pukul 09.30 WIB, nyawa anak kami tidak tertolong. Jadi tidak sadarkan diri sejak di lokasi sampai kemudian meninggal dunia," katanya.
Slamet menegaskan siswanya tersebut sedianya akan cari makan sahur dan bukan kegiatan sahur bersama. Melainkan hanya sekadar akan membeli makanan karena kebetulan sama-sama satu indekos di Jogja. "Mereka sekadar ingin membeli makanan bersama, kebetulan besoknya mau mudik karena kelas XI pembelajaran di hari berikutnya daring," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.