YOT VI Diikuti 5.200 Karateka, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Kamis (7/4/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pria menanam ganja di Gejayan, Sleman, dan menggunakan lampu ultraviolet (UV) sebagai pengganti Sinar Matahari.
BACA JUGA: Satpol PP Sleman Temukan Pelanggaran Jam Operasional hingga Minuman Alkohol
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY membongkar penanaman ganja oleh pria berinisial F, 36, tersebut. Ada 13 batang ganja yang ditanam di dalam pot bekas wadah cat dan dipelihara di dalam kamar sejak Agustus 2021 lalu.
Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Andi Fairan, mengatakan kasus ini terungkap dari laporan dari masyarakat sejak Januari lalu. Pihaknya kemudian menyelidiki dan menangkap dua teman F, yakni R dan D.
Tersangka R, 41, ditangkap di sebuah apartemen di Jalan Palagan pada 5 April lalu. Sebanyak 300 gram ganja kering disita petugas dari lokasi itu. Setelah pengembangan, R mengaku memberikan ganja kepada rekannya yang lain yakni D, 42. Petugas pun menangkap D di rumahnya dan membawa barang bukti ganja lintingan seberat 0,7 gram.
“Ganja dikirim melalui paket barang dari Lampung, seakan-akan kopi tapi di dalamnya ganja yang dikirim ke alamat D dan isinya dikasih ke R. Ganja yang dipesan R dihargai Rp2,5 juta dan uangnya ditransfer kepada Mr X lalu ganja dikirim ke Jogja sebanyak 300 gram dan 100 gram dihargai Rp800 ribu. Sudah empat kali pengiriman," kata Andi, Kamis (7/4/2022).
Keduanya juga memberikan ganja kepada rekannya yang lain yakni F. Petugas kemudian menangkap F di Gejayan. Dari tangan F, aparat menyita barang bukti berupa empat pot berisi 13 batang ganja, 55 gram ganja kering dan satu bungkus plastik biji ganja.
F adalah residivis dengan kasus yang sama. F adalah pekerja magang di salah satu kantor notaris di Jogja. Ganja itu disemainya sendiri sejak Agustus 2021 lalu dan kini berusia sekitar tiga sampai empat bulan. F mengaku menanam ganja untuk dikonsumsi sendiri. Petugas juga ikut mengamankan sejumlah literatur berkaitan dengan ganja milik F.
“Dia melakukan riset secara mandiri dan punya keinginan untuk melegalisasi ganja. Tanaman disemai sendiri dan karena lokasinya tidak di tempat terbuka, dia menggunakan lampu ultraviolet untuk penyinaran sehingga tanaman tumbuh dengan baik. Lalu kipas angin untuk udara dan peralatan lain sebagainya," ujar Andi.
BACA JUGA: Gagal Paham, Milenial Mengira Pakiwan adalah Pemilik Toilet di Gunungkidul, padahal Artinya Ini
Saat dihadirkan dalam sesi gelar perkara, ketiga tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu. “Paham saya mengenai ganja ini ternyata salah dan apa yang saya lakukan ini bertentangan dengan hukum dan menyalahi aturan. Semoga masyarakat tidak mengikuti apa yang saya lakukan dengan menanam ganja kemudian mengonsumsinya untuk rekreasi,” kata F.
Tersangka D dan R dijerat dengan Pasal 111 ayat satu, pasal 114 ayat 1, serta pasal 132 UU Narkotika No.35/2009. Sementara untuk tersangka F dijerat dengan pasal 111 ayat dua UU Narkotika No.35/2009. Ketiganya terancam hukuman penjara minimal empat sampai lima tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
34 santri korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar dan dijadwalkan pulang Kamis pagi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.