Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
PMII DIY menggelar aksi di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, Selasa (12/4/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Aksi demo mahasiswa menolak jabatan presiden tiga periode masih berlanjut pada Selasa (12/4/2022).
Kali ini mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menggelar aksi di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga.
Ketua PMII DIY, Sayid Habiburrahman, menjelaskan hari ini negara sedang tidak baik-baik saja. Para penguasa yang merupakan oligarki, ingin melanggengkan kekuasaannya.
“Kemarin wacana Pemilu ditunda, wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang hari ini wacananya adalah wacana amandemen,” ujarnya, Selasa.
BACA JUGA: ARPI Ikut Gelar Demo di Jogja, Ini Tuntutannya
Menurutnya, wacana amandemen adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan mahasiswa dulu yang bersatu untuk menduduki gedung DPR dan meruntuhkan orde baru.
“Kami menolak amandemen Undang-Undang Dasar 1945, kami juga menolak kenaikan harga BBM, kenaikan harga bahan pokok,” katanya.
Dia juga mengungkapkan meski Presiden sudah mengumumkan akan taat terhadap konstitusi dan melantik Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tetapi wacana amandemen datang dari para politisi khususnya ketua ketua partai politik.
“Artinya para pimpinan-pimpinan yang ada di DPR, bahwa kami suarakan menolak akan adanya amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Maka dari itu kami juga ingin menegaskan sekali lagi kepada Presiden, menteri-menteri para DPR, para politisi, bahwa demokrasi harus dituntaskan, harus diwujudkan sebenar-benarnya demokrasi,” kata dia.
Selain itu, mahasiswa juga menolak kenaikan BBM dan minyak goreng yang mencekik masyarakat di tengah kondisi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah dianggap gagal berdiplomasi dengan pengusaha sawit.
BACA JUGA: Ini Jalur Alternatif di Sleman yang Disiapkan Saat Mudik Lebaran
Hal ini mengakibatkan harga minyak goreng melambung dan keberadaannya menjadi langka.
“Kondisi ini tak luput dari olah tangan mafia penimbun minyak berikut mafia dari pemerintah yang melancarkan hal tersebut dan menyebabkan kekacauan,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.