Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG Karo, Ikan Tak Dimasukkan Freezer
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Data penggunaan internet anak usia lima tahun ke atas kian mencengangkan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari hasil survei hanya sekitar 33,04% anak yang menggunakan internet untuk mengerjakan tugas sekolah. Selebihnya justru sekitar 88,99% anak menggunakan internet untuk bermain media sosial seperti TikTok, Facebook dan Instagram.
Meski demikian dari hasil survei tahun 2020 tersebut ada 66,13% anak menggunakan internet untuk sekadar mencari informasi, sebanyak 16,25% untuk pembelian barang, 13,13 untuk mendapatkan informasi barang, 13% untuk mengirim dan menerima email dan 7,78% untuk fasilitas finansial.
“Ini sangat mengkhawatirkan karena dampaknya besar ada bullying, kekerasan seksual dan lainnya, karena anak lebih banyak bermain medsos yang mencapai 88,99 persen. Ini semakin parah ketika saat pandemi, mungkin bermain Tiktok, Instagram dan lainnya. Menurut kami perlu ada upaya penguatan keamanan digital untuk anak. Tiga pihak yang harus aktif yaitu orangtua, sekolah dan pemerintah,” kata Anggota Komisi I DPR RI Sukamta dalam seminar online, Jumat (16/4/2022) petang.
Baca juga: Asyik...Tiap Pedukuhan di Sleman Kini Dipasang WiFi Gratis
Psikolog Diana Setiyawati menambahkan kondisi saat ini untuk anak seperti berada di hutan digital. Dengan semakin banyaknya usia anak mengakses internet bukan untuk kegiatan positif seperti mengerjakan sekolah maka bisa menimbulkan bahaya tersendiri. Mulai dari bullying hingga anak berbicara kotor karena terpengaruh dari apa yang dilihat saat berselancar di internet.
Ada banyak hal yang tidak sesuai terkait digital pada anak antara lain adanya eksploitasi atau menjadikan anak sebagai objek. Kemudian menimbulkan komentar negatif isolasi hingga pamer pencapaiaan. “Kemudian hukum dunia maya, yang ahli jadi kalah dengan yang populer sehingga kebenaran menjadi relatif,” katanya.
Oleh karena itu Diana menyarankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar digital aman bagi anak dengan melibatkan peran pemerintah dan sekolah. Pemerintah harus menyediakan infrastruktur yang memadai untuk melakukan proteksi situs bagi anak. Misalnya dengan memberikan akses anak melalui single login dan platform belajar khusus. Selain itu pentingnya adanya password pada fasilitas internet yang berada di sekolah dan dilakukan pembatasan saat menggunakan internet.
“Yang harus dikuasai untuk mempersiapkan ini adalah literasi digital yang menyeluruh. Kemudian mengawal konten dengan membuat program pada anak sebagai kreator bukan sebagai penikmat saja. Prinsipnya kita jangan membiarkan anak berjalan sendirian di tengah hutan digital saat ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 tersedia di Ponjong dan Rongkop. Simak lokasi, syarat, jadwal, dan biaya perpanjangan SIM.
Chris John menjadi karakter animasi Dragon’s Dojo dengan menggunakan nama aslinya. Ia berperan sebagai mentor bela diri bagi sekelompok anak muda.
Prabowo mengundang seluruh petugas upacara HUT RI ke-81 ke Hambalang. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi mereka.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gempa M5,7 kembali mengguncang NTT. BMKG mencatat 3.055 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores hingga 19 Agustus 2026.