40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul Hary Sukmono (kiri nomor tiga) saat berfoto bersama dengan tim Event Organizer Harian Jogja-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul bakal menggelar event lomba lari Gunungkidul 5K pada 22 Mei 2022 mendatang. Kegiatan olahraga ini menjadi bagian untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional serta Hari Jadi Gunungkidul ke-191.
Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Hary Sukmono mengatakan, sudah menyiapkan agenda untuk event keolahragaan. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah baru, maka belum banyak kegiatan yang dilaksanakan.
Oleh karenanya, sambung dia, pada 22 Mei 2022 bakal menggelar lomba lari 5K. Adapun rute yang dipergunakan berada di kawasan Taman Kuliner dengan keliling Kota Wonosari sejauh lima kilometer.
“Start dan finish ada di Taman Kuliner. Lomba 5K merupakan even olahraga pertama yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul,” kata Hary kepada Harianjogja.com, Minggu (17/4/2022).
Dia menjelaskan, lomba diselenggarakan untuk berbagai kategori mulai tingkat pelajar dari SD sampai SMA sederajat, umum hingga kelas PNS/TNI/Polri. Ditargetkan pada event perdana ini lebih dari 600 peserta berpartisipasi dalam kejuaraan ini. “Persiapan terus kami lakukan dan mudah-mudahans emua berjalan dengan lancar sampai penyelenggaraan lomba,” ujar mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Hary menambahkan, pelaksanaan lomba merupakan bagian untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei serta rangkaian Hari Jadi Gunungkidul ke-191 pada 27 Mei mendatang. “Evennya dijadikan satu dan pelaksanaan lomba diselenggarakan di 22 Mei. Selain itu, lomba juga untuk memasyarakatkan olarhaga serta pencarian bibit unggul dari cabang olahraga atletik ,” katanya.
Menurut dia, dinas kepemudaan dan olahraga tidak hanya mengurusi masalah keolahragaan, namun juga membindangi masalah kepemudaan. Tujuan OPD ini dibentuk sebagai wadah untuk mewujudkan pemuda yang tangguh kreatif dan inovatif dalam menyambut perkembangan zaman. Selain itu, juga sebagai wadah pembinaan dan pengembangan olahraga beprestasi di Bumi Handayani.
“Olaharaga non prestasi juga ikut dibina sehingga keberadannya bisa eksis serta sebagai upaya menggerakan roda perekonomian di masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap dengan adanya Dinas Pemudah dan Olahraga dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembinaan olahraga di Gunungkidul. “Mudah-mudahan bisa memberikan dampak yang baik terhadap pembinaan serta meningkatkan prestasi olahraga di Gunungkidul,” katanya.
Ery juga meminta pembinaan dilakukan secara massif dan berjenjang agar regenerasi atlet bisa terus dijalankan secara berkelanjutan. “Pembinaan ini sangat penting sehingga harus dilaksanakan dengan serius. Sebab, akan berdampak terhadap prestasi olahraga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.