Viral! Kaliadem Kotor karena Kertas Petasan, Ini Penampakannya

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Senin, 18 April 2022 09:37 WIB
Viral! Kaliadem Kotor karena Kertas Petasan, Ini Penampakannya

Tangkapan layar kawasan wisata Kaliadem dikotori sampah kertas bekas petasan.Instagram @merapi_uncover

Harianjogja.com, JOGJA-Video kawasan wisata Kaliadem yang kotor akibat sampah kertas bekas petasan viral di media sosial.

Video yang bersumber dari akun Instagram @diqihadi97 yang diunggah ulang oleh @merapi_uncover tersebut memperlihatkan kawasan kaliadem banyak dikotori sampah kertas berwarna putih.

Dalam video, terlihat pemandangan Gunung Merapi yang indah tanpa tertutup kabut. Sayangnya pemandangan itu terganggu dengan banyaknya sampah di kawasan tersebut.

"Niat jalan jalan sampe sini ee sampe utaranya Kaliadem isi kaya gini , mbok ya cari tempat dimana gitu lapangan kek nyalainnya , tempat wisata jadi kotor sampah kertas juga lama terurainya," caption dalam unggahan itu yang dikutip Harianjogja.com, Senin (18/4/2022).

Warganet menyayangkan kejadian itu mengingat Kaliadem adalah salah satu objek wisata favorit masyarakat di daerah lereng Merapi. Terlebih lagi Kaliadem baru saja dibuka kembali setelah ditutup karena erupsi Merapi pada Rabu (9/3/2022) lalu.

Hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu wisatawan yang berkunjung dan merusak citra wisata Bunker Kaliadem.

"Jadi kotor banyak kertas," tulis @parjo_0622.

Namun sebagian besar yang memberikan respons di kolom komentar justru mengungkap bahwa aksi tersebut sudah biasa dilakukan.

"Penyakit tiap tahun," tulis @moko_ns.

"Tahun lalu jg gitu," timpal @abidmuslich_r.

"penyakit bulan Ramadhan ?mau gmna pun pasti hampir daerah ada gituan, apalagi tempat wisata alam malah jadi tempat fav, malah buat ajang nunjukin petasan yg keras," timpal @mhmdirfan.

"Yo daripada melukai orang lain mas ?. Mending nyumet mercon ta," tulis @rocks_d4.

Meski demikian, aksi menyalakan petasan di kawasan objek wisata adalah hal yang tidak patut ditiru, Pemerintah Kabupaten Sleman akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat agar hal tersebut tidak diulangi lagi.

"Dinas Pariwisata akan segera berkoordinasi dengan kalurahan agar hal tersebut tidak terjadi lagi," ungkap Suparmono selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kepada Harianjogja.com, Senin.

Ia juga mengimbau agar dilakukan gerakan reresik atau bersh-bersih destinasi menjelang libur Lebaran yang akan datang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Instagram

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online