Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang mengalami peningkatan sejak Rabu (9/3/2022) menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Salah satu penyebabnya ialah jarak luncur awan panas yang terjadi tadi malam merupakan jarak luncur terjauh sejak ditetapkan menjadi status Siaga pada November 2020.
Jarak luncur mencapai 5 kilometer. Sementara pada aktivitas vulkanik sebelumnya, hanya berkisar ratusan meter hingga 3 kilometer.
Kejadian ini membuat warga sekitar terutama yang rumahnya berdekatan dengan puncak Gunung Merapi terpaksa mengungsi tengah malam. Seperti warga Kali Tengah Lor dan Kali Tengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan. Mereka mengungsi ke barak Glagaharjo meski pada Kamis (19/3/2022) akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dirasa aman.
Berdasarkan pantauan beberapa pihak, material Merapi berhenti di jarak 5 kilometer dari puncak atau tepatnya di sebelah tenggara Objek Wisata Bunker Kaliadem.
Berikut ini potret situasi terkini di Kaliadem yang berhasil diabadikan fotografer Harian Jogja, Desi Suryanto:

Aktivitas Gunung Merapi yang terjadi pada Rabu (9/3/2022) malam membawa material yang cukup banyak. Material berupa pasir dan bebatuan itu meluncur hingga sejauh 5 kilometer dari puncak.
Dalam foto terlihat jelas perbedaan antara material yang baru dengan material lama. Material baru yang merupakan luncuran awan panas pada Rabu malam berwarna abu-abu (sebelah kiri) sementara material lama berwarna hitam (sisi kanan). Material tersebut berujung di Sungai Gendol tepatnya di sisi tenggara Bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman.

Material vulkanik dari aktivitas Gunung Merapi meluncur melewati Kali Gendol di sebelah timur Objek Wisata Kaliadem. Material berwarna abu-abu berupa pasir dan bebatuan tampak memenuhi sebagian kali tersebut. Sejumlah warga dan para pemangku kepentingan sudah melakukan pemantauan.

Sejumlah pedagang di kawasan wisata Bunker Kaliadem mulai memindahkan barang dagangannya ke tempat yang lebih aman menggunakan mobil pikap. Mereka ingin menyelamatkan barang-barangnya untuk mengantisipasi terjadinya aktivitas Merapi yang lebih dahsyat.
Saat ini, objek wisata setempat ditutup sementara mengingat luncuran awan panas sudah mencapai 5 kilometer, tidak jauh dari tempat mereka berjualan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.
Minum susu sebelum tidur punya manfaat untuk relaksasi, tapi bisa picu asam lambung dan kembung pada sebagian orang.
BBGRM Kulonprogo 2026 berakhir, swadaya warga tembus Rp16,6 miliar. Infrastruktur dan pemberdayaan jadi fokus utama.