Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul Dikebut Tuntas Akhir Agustus
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengendara yang melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di sisi timur Gunungkidul mesti berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan yang bagus belum dibarengi lampu penerangan jalan yang memadai sehingga sangat rawan kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Rongkop, AKP Edi Ganefiono mengatakan meski belum tersambung secara keseluruhan, JJLS menjadi salah satu akses yang mulai bisa dipergunakan oleh pengendara, khususnya untuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Meski demikian, ia meminta kepada pengendara berhati-hati karena rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan masih dinilai kurang.
Edi mengaku rambu-rambu dan lampu penerangan jalan umum yang sudah dipasang, jumlahnya memang belum banyak dan merata.
Rambu-rambu dan lampu, kata dia, hanya terpasang di persimpangan jalan besar. Sementara untuk masuk ke jalan-jalan di permukiman warga masih belum ada.
Kondisi jalan yang bagus membuat pengendara bisa memacu kendaraan secara maksimal. Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung kalau tidak diperhatikan bisa membuat terjadinya kecelakaan.
“Kehati-hatian untuk keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan,” kata Edi, Minggu (24/3/2022).
Menurut dia, sejak dioperasikan di awal tahun sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Mayoritas kecelakaan yang terjadi merupakan peristiwa tunggal.
“Kalau yang berasal dari luar daerah karena belum hapal medan. Sedangkan untuk warga sekitar, kecelakaan terjadi karena kondisi kendaraan. Misal, ban roda sudah mulai aus dan saat dipergunakan meletus hingga terjadi kecelakaan,” katanya.
Edi menambahkan, kerawanan di JJLS tidak hanya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, juga ada potensi balap liar yang dilakukan anak-anak remaja. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan bantuan dari Polres Gunungkidul.
“Setiap akhir pekan ada penambahan personel dari polres untuk memastikan tidak ada ajang balap di JJLS,” katanya.
Salah seorang pengendara motor asal Pracimantoro, Joko Pambudi mengakui, beberapa kali dia lewat JJLS di perbatasan Wonogiri dan Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi jalannya sudah bagus, tapi membutuhkan sarana prasaran pendukung yang harus dilengkapi.
“Kalau siang hari tidak ada masalah. Tapi, kalau malam masih terlihat gelap karena lampu penerangan yang masih minim,” katanya.
Joko mengakui, sudah ada lampu penerangan yang dipasang baik di persimpangan jalan maupun area perkampungan warga.
Meski demikian, untuk lokasi yang jauh dari rumah penduduk belum ada sehingga jalan terlihat gelap pada saat malam hari.
“Mudah-mudahan bisa ditambah lampu penerangan jalannya sehingga memudahkan pengendara yang melintas, khususnya pada saat malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Jadwal Korea Masters 2026 berlangsung 4-9 Agustus di Korea Selatan. Indonesia memutuskan tidak mengirim wakil demi fokus persiapan Kejuaraan Dunia BWF 2026.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Agustus 2026 menghadirkan hujan meteor Perseid, gerhana matahari total, konjungsi Mars dan Bulan, oposisi Saturnus, hingga supermoon. Simak jadwal lengkapnya.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.