DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengendara yang melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di sisi timur Gunungkidul mesti berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan yang bagus belum dibarengi lampu penerangan jalan yang memadai sehingga sangat rawan kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Rongkop, AKP Edi Ganefiono mengatakan meski belum tersambung secara keseluruhan, JJLS menjadi salah satu akses yang mulai bisa dipergunakan oleh pengendara, khususnya untuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Meski demikian, ia meminta kepada pengendara berhati-hati karena rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan masih dinilai kurang.
Edi mengaku rambu-rambu dan lampu penerangan jalan umum yang sudah dipasang, jumlahnya memang belum banyak dan merata.
Rambu-rambu dan lampu, kata dia, hanya terpasang di persimpangan jalan besar. Sementara untuk masuk ke jalan-jalan di permukiman warga masih belum ada.
Kondisi jalan yang bagus membuat pengendara bisa memacu kendaraan secara maksimal. Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung kalau tidak diperhatikan bisa membuat terjadinya kecelakaan.
“Kehati-hatian untuk keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan,” kata Edi, Minggu (24/3/2022).
Menurut dia, sejak dioperasikan di awal tahun sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Mayoritas kecelakaan yang terjadi merupakan peristiwa tunggal.
“Kalau yang berasal dari luar daerah karena belum hapal medan. Sedangkan untuk warga sekitar, kecelakaan terjadi karena kondisi kendaraan. Misal, ban roda sudah mulai aus dan saat dipergunakan meletus hingga terjadi kecelakaan,” katanya.
Edi menambahkan, kerawanan di JJLS tidak hanya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, juga ada potensi balap liar yang dilakukan anak-anak remaja. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan bantuan dari Polres Gunungkidul.
“Setiap akhir pekan ada penambahan personel dari polres untuk memastikan tidak ada ajang balap di JJLS,” katanya.
Salah seorang pengendara motor asal Pracimantoro, Joko Pambudi mengakui, beberapa kali dia lewat JJLS di perbatasan Wonogiri dan Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi jalannya sudah bagus, tapi membutuhkan sarana prasaran pendukung yang harus dilengkapi.
“Kalau siang hari tidak ada masalah. Tapi, kalau malam masih terlihat gelap karena lampu penerangan yang masih minim,” katanya.
Joko mengakui, sudah ada lampu penerangan yang dipasang baik di persimpangan jalan maupun area perkampungan warga.
Meski demikian, untuk lokasi yang jauh dari rumah penduduk belum ada sehingga jalan terlihat gelap pada saat malam hari.
“Mudah-mudahan bisa ditambah lampu penerangan jalannya sehingga memudahkan pengendara yang melintas, khususnya pada saat malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.