Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Direktur Utama BOB, Indah Juanita (tengah) berfoto bersama para perempuan yang menjadi timnya di BOB./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Banyak orang yang berperan penting menjaga agar sektor pariwisata tetap hidup meski di tengah kondisi sulit. Beberapa di antaranya adalah para perempuan tangguh yang berada di balik Badan Otorita Borobudur (BOB).
Setelah harus merunduk, bahkan nyaris tiarap selama pandemi Covid-19, sektor pariwisata tahun ini bersiap untuk kembali bangkit.
Tentunya semua pihak yang terkait dengan sektor pariwisata harus berdarah-darah menjaga agar denyut pariwisata tetap ada meski diterpa pandemi.
BACA JUGA: Piknik di Jogja, Ini Oleh-Oleh Khas yang Wajib Anda Bawa
Beberapa di antara mereka adalah perempuan-perempuan tangguh di balik kegigihan BOB sebagai badan yang menjaga nafas pariwisata di Jawa Tengah dan DIY.
“Betapapun, perempuan yang bekerja di sektor pariwisata harus punya ketahanan untuk berjuang,” kata Direktur Utama BOB, Indah Juanita ketika ditemui Harianjogja.com, Senin (11/4/2022).
Ungkapan itu, kata dia, bukan hanya ia tujukan untuk menggambarkan dirinya sendiri. Lebih dari itu, timnya yang sebagian besar para perempuan muda multitalenta dan siap sedia mengembangkan Kawasan Pariwisata Borobudur, merupakan tim dengan daya tahan luar biasa besar untuk berjuang bersama-sama.
Sebagai pimpinan tertinggi di BOB, Indah mengaku tak pernah membedakan peran pegawainya berdasarkan gender.
Baik laki-laki dan perempuan, harus bekerja keras. "Semuanya equal, meskipun terkadang ada the first among equal. Tetapi, saya kira kalau zaman sekarang di hampir semua lini, perempuan bekerja keras," kata Indah.
BACA JUGA: Kebun Binatang Besar Ramai, Exotarium Jadi Alternatif
Begitu pula di sektor pariwisata, khususnya di BOB. Sebagai badan yang bertugas mengoptimalkan pengelolaan pariwisata, para pegawainya diminta untuk mampu terjun ke lapangan.
Badan yang dibentuk sejak 2017 ini memang memiliki tugas koordinatif meliputi 30 kabupaten/kota di tiga provinsi, serta tugas otoritatif yaitu pengelolaan lahan seluas 309 hektare di Purworejo, Jawa Tengah. Kawasan yang bernama Borobudur Highland itu akan dikembangkan dengan konsep culture and adventure eco-tourism.
"Semua pegawai BOB, termasuk yang perempuan, semuanya adalah orang lapangan. Enggak ada yang cuma bekerja di belakang meja, ketemu kertas bersih terus, enggak. Kami para perempuan juga ke lapangan, masuk hutan, ketemu tukang, dan pekerja keras lainnya di lapangan. Harus siap keliling ke mana saja ke proyek," kata dia.

Hal itu membuatnya tak jarang menyebut para perempuan di balik BOB sebagai perempuan perkasa. Sebab, badan yang ia pimpin tersebut sejak awal memang mengajarkan para pekerjanya untuk bisa multitasking dalam membuat pengembangan kawasan pariwisata.
Terlatih
Indah mengungkapkan separuh pegawai di BOB merupakan perempuan. Dari total 49 pegawai, sebanyak 23 di antaranya merupakan perempuan. Usianya terbilang masih muda, yaitu berkisar dari usia 23-34 tahun.
Meski masih muda, kata Indah, mereka tergolong pegawai berdedikasi tinggi dan visioner. Menurutnya, itu sangat penting dimiliki oleh perempuan masa kini karena akan berimbas pada optimisme dalam menjalankan tugas.
Apalagi, banyak dari para pegawainya yang berasal dari latar belakang studi yang beragam. Mereka pun saling belajar satu sama lain untuk mengembangkan kawasan pariwisata.
"Membangun kawasan pariwisata itu unik, belum ada sekolah khusus. Jadi kami mengambil dari berbagai jurusan, kami latih di sini. BOB menjadi seperti laboratorium atau balai latihan kerja untuk melatih tenaga-tenaga yang masih murni, lulusan sarjana, untuk mengembangkan pariwisata," ucap dia.
Sementara untuk membuat para pegawainya bisa meng-upgrade skill dan wawasan, Indah terus mendorong mereka untuk ikut pelatihan dan sertifikasi. Dengan begitu, tak hanya skill, “nilai” mereka pun bisa terdongkrak.
BACA JUGA: Pengunjung Teras Malioboro Capai 25.000 Orang, Diprediksi Terus Naik
Selain itu, Indah juga tengah mempersiapkan pegawainya agar mampu mempresentasikan apa yang mereka lakukan dalam divisinya.
"Selama ini masih saya terus yang presentasi di mana-mana. Suatu ketika kan harus ada kader baru, jadi sekarang saya minta mereka presentasi setiap Kamis pagi mengenai apa yang mereka kerjakan. Ini penting untuk mengelola emosi, apalagi pegawai yang perempuan itu harus jadi representasi BOB, harus bisa tampil di manapun," ucap Indah.
Kendati hingga saat ini jabatan kepala divisi belum ada yang dipegang oleh pegawai perempuan, Indah tetap optimistis suatu hari nanti hal itu bisa terwujud.
Setidaknya, saat ini dia tengah melatih perempuan-perempuan BOB untuk bisa menjadi pemimpin. "Bagi saya, perempuan-perempuan di BOB ini akhirnya menjadi perkasa. Mereka masing-masing punya passion dan keterampilan yang unik, sekaligus multitasking dan superbisa untuk membawa pariwisata bangkit lagi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.