Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Dari kanan ke kiri. Wahyana Giri, Sugeng Prihatin, M. Dinu Imansyah, dan Anes Prabu Sadjarwo dalam Dialog Teater bertema Perkembangan Teater Remaja: Apa Kabar Teater Remaja Hari Ini? yang berlangsung di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, Gondomanan, Jogja, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Teater remaja di Jogja saat ini belum mampu menciptakan pentas yang spektakuler atau tokoh yang potensial meski jumlahnya banyak. Kebanyakan penonton berasal dari internal sekolah mereka sendiri. Teater remaja belum bisa menyerap penonton dari luar atau menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Teater Yogyakarta Wahyana Giri dalam Dialog Teater bertema Perkembangan Teater Remaja: Apa Kabar Teater Remaja Hari Ini? yang berlangsung di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, Gondomanan, Jogja, Rabu (18/5/2022).
BACA JUGA: Rumah Warga Gunungkidul Disewa Rp17 Juta untuk Syuting KKN Desa Penari
Giri mengatakan apabila teater remaja ada tetapi seolah-olah tidak ada. Berbeda dengan era 80-an, selain pentas yang menggelegar, muncul pelaku teater andal seperti Butet Kartaredjasa.
"Memang zamannya beda, meski sama-sama ekstrakurikuler, tapi dulu lebih banyak kebebasan dalam latihan dan sebagainya. Sekarang latihannya di jam pelajaran, pelajaran juga ketat," kata Giri. "Sekarang yang dianggap pinter orang yang jago akademis, teater tidak dianggap penting dalam membangun jiwa."
Selain itu, festival-festival teater yang menjadi tolak ukur kualitas juga jarang terlaksana. "Teater bahkan bisa menangkal potensi munculnya klithih. Dulu waktu masih ada festival, peserta didik antar sekolah saling kenal. Anak-anak yang nakal juga punya tanggung jawab atau ambil bagian dalam proses produksi."
Pegiat teater, Anes Prabu Sadjarwo, mengatakan, teater remaja, dalam hal ini teater kampus, punya keunggulan seperti jumlahnya yang semakin banyak. Dari yang satu kampus hanya ada satu kelompok, kini tiap fakultas ada. Dari sisi pendanaan, teater kampus juga lebih stabil dibanding teater komunitas. Ada subsidi dana dari kampus.
"Namun juga ada kendala, seperti teater kampus tidak dianggap sebagai peta kemajuan teater Indonesia. Selain itu, meski anggotanya berasal dari berbagai jurusan, belum terlihat adanya eksplorasi," kata Anes.
Adapula pengaruh senior yang tidak jarang membatasi kebebasan anggota aktif. Belum lagi naskah drama yang hanya mengadaptasi yang sudah ada, belum banyak naskah ciptaan sendiri.
"Karena masa kuliah singkat, ilmu teaternya juga nanggung semua," katanya.
Menurut peneliti teater, M. Dinu Imansyah, keberlangsungan teater remaja juga terpengaruh pada senang atau tidaknya si pelaku. Apabila lebih banyak tertekan, termasuk dari senior atau lainnya, maka perkembangan teater remaja tidak akan maksimal.
Ada salah satu metode teater by request (TBR) yang bisa menjadi pengungkit gairah berteater. "TBR merupakan teater saat penonton turut terlibat menentukan nama, karakter, sampai cerita," katanya.
Adapula teater game yang didesain untuk mengasah keterampilan pemain teater. Hal ini agar pemain tetap menemukan gairah teater.
Salah satu teater remaja yang masih eksis mengeluarkan karya yaitu Jubah Macan dari SMAN 3 Jogja. Pelatih Teater Jubah Macan, Sugeng Prihatin, mengatakan, sejauh ini sudah ada 45 naskah yang ditampilkan. Penontonnya pun berkembang, dari 250 sampai 1.200 orang.
BACA JUGA: Bus Sekolah di Gunungkidul Penuh, Ada Siswa Menangis Tak Kebagian
"Fenomena ini tidak terjadi di sekolah lain, meski teater kelas SMA, namun tiket pertunjukannya sampai dicaloin," katanya.
Sejauh ini, Sugeng tidak merasa ada kendala besar dalam mengelola teater remaja. Misalpun ada, hanya kendala kecil yang masih bisa untuk dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.