Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Proses pengadaan dan pembebasan lahan jalan tol Jogja-Solo baik seksi 1 maupun seksi 2 terus dilakukan. Adapun untuk seksi 3 masih dilakukan sejumlah persiapan.
PPK Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo wilayah DIY, Dian Hardiyansyah hingga kini proses pembebasan lahan jalan tol terus dilaksanakan. Terakhir, pihaknya baru mengajukan proses pembayaran lahan terdampak bagi warga Tamanmartani ke LMAN. Pengajuan pembayaran yang diajukan ke LMAN baru 67 bidang dari 140 bidang lahan yang dibutuhkan.
"Biasanya prosesnya menunggu antara 3 minggu sampai satu bulan. Untuk Purwomartani kami sedang melengkapi pemberkasannya, semoga akhir Mei ini kami bisa mengajukan pembayaran (ke LMAN)," katanya, Selasa (24/5/2022).
Untuk Tol Jogja Solo seksi 2, katanya, proses inventarisasi, identifikasi dan validasi data lahan terus berjalan. Hasil identifikasi yang dilakukan baik di Tirtoadi, Tlogoadi, dan Trihanggo dari Satgas A dan Satgas B masih menunggu diumumkan kepada warga.
"Kami masih menunggu pengumuman dari Tim P2T [Tim Panitia Pengadaan Tanah]. Setelah diumumkan, setelah itu ada tim apprasial kemudian musyawarah warga. Jadi masih ada beberapa tahapan," katanya.
BACA JUGA: Hepatitis Akut Misterius Terdeteksi di Jogja
Disinggung soal seksi 3 yang menghubungkan Jogja-Kulonprogo, Dian mengatakan masih dalam persiapan. Surat dokumen perencanaan dari Dirjen Bina Marga PUPR sudah diserahkan ke Pemda DIY. Terkait kensesuaian pemanfaatan ruang, kata Dian, tinggal menunggu suratnya keluar dari Kementerian ATR.
"Kami masih menunggu tindak lanjut pembentukan tim persiapan [pengadaan lahan] dan mulai sosialisasi kepada warga. Sebab ini merupakan kewenangan Pemda DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.