Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Kunjungan Wisata Bantul Melonjak
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Syukuran dan pemotongan tumpeng menyambut perkuliahan tatap muka perdana di Universitas Cokroaminoto Yaperti, Sabtu (4/6/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kampus di Jogja mulai menerapkan perkuliahan tatap muka pada tahun ajaran 2022/2023. Hal ini mempertimbangkan penyebaran Covid-19 yang terus melandai di wilayah setempat.
Wakil Rektor III Universitas Cokroaminoto Yaperti, Elvan Gomes, menjelaskan, selama dua tahun lebih pandemi Covid-19 mahasiswa melakukan pembelajaran via daring. Metode pembelajaran ini disebutnya tentu ada kekurangan dan kelebihan.
Oleh karena itu, pada tahun ajaran baru kali ini pihaknya memutuskan untuk kembali menerapkan perkuliahan tatap muka agar pembelajaran berlangsung dengan optimal.
"Senin besok kami sudah mulai perkuliahan perdana secara tatap muka. Untuk sementara perkuliahan akan berlangsung di kampus Jalan Pramuka No.70, Umbulharjo," ungkapnya, Sabtu (4/6/2022).
Elvan mengatakan saat ini terdapat 1.000 mahasiswa aktif di kampus itu. Dari jumlah tersebut sekitar 400-500 mahasiswa telah melaksanakan daftar ulang registrasi untuk memulai perkuliahan perdana secara tatap muka.
Kampus itu terdiri dari enam fakultas masing-masing yakni Hukum, Ekonomi, Teknik, FKIP, PAI dan Agama. Sementara di pascasarjana terdapat tiga jurusan yakni Hukum, Ekonomi dan Fisipol. Pada tahun ajaran baru kampus tersebut telah menerima sebanyak 200 mahasiswa baru.
"Secara bertahap juga kami tengah menerus perizinan pembangunan gedung kampus baru di wilayah Godean yang lebih representatif," katanya.
Plh Rektor Universitas Cokroaminoto, Agus Pandoman menyampaikan masa perkuliahan tatap muka ini merupakan momentum yang tepat untuk memaksimalkan materi perkuliahan kepada mahasiswa. Ia berharap agar perkuliahan berjalan dengan lancar dan para mahasiswa semangat dalam mengejar materi yang tertinggal selama belajar daring.
"Dengan didukung oleh kerja sama dengan berbagai kampus yang nantinya masuk dalam program double deegre, mudah-mudahan ini awal yang baik akan mendapatkan sesuatu yang baik," ungkapnya.
Menurut Agus, kampus Universitas Cokroaminoto Yaperti juga akan menyelenggarakan program double degree (sarjana ganda). Nantinya mahasiswa berkesempatan dan diberikan pilihan untuk memperoleh dua gelar sarjana satu di Universitas Cokroaminoto Yaperti dan satunya lagi merupakan kampus yang bekerja sama dengan universitas tersebut.
"Kami yang akan menyalurkan apakah mahasiswa itu masuk ke pilihan tertentu yang tercepat atau bagian dari perkuliahan keseluruhan yang nantinya dia bisa double degree," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.