Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi cabai/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL-Harga sejumlah komoditas di Bantul naik. Kenaikan tertinggi ada pada cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram, padahal sebelumnya cabai rawit masih di harga Rp70.000 per kilogram. Serangan hama disebut yang menyebabkan harga cabai mahal.
Hadiyah, salah satu pedagang bumbu di pasar Bantul mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah ini cukup cepat, “Kenaikannya hanya berselang sehari untuk cabai rawit. Minggu masih Rp70.000 per kilogram. Senin ini sudah Rp90.000 per kilogram,” katanya, Senin (6/6/2022).
Sementara pekan lalu harga cabai rawit masih di kisaran Rp50.000-60.000 per kilogramnya. Selain jenis rawit, Hadiyah mengatakan harga cabai jenis merah keriting juga turut naik. Saat ini harga cabai merah keriting sudah menyentuh harga Rp60.000 perkilogram, padahal pekan lalu masih di angka Rp45.000 perkilogram.
BACA JUGA: Haryadi Suyuti Kena OTT KPK, Sultan: Mas Haryadi Sudah Langgar Janjinya Sendiri
Tidak hanya cabai, namun sejumlah komoditas lainnya diakui Hadiyah juga naik, seperti bawang merah Rp55.000 per kilogram dari yang tadinya Rp45.000 per kilogram. Bawang putih naik dari Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kilogramnya.
Hadiyah tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga komoditas tersebut, terutama cabai dan sayuran, “Katanya sih banyak yang terkena serangan hama,” ucapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo menyatakan, saat ini serangan hama terhadap sayuran terutama cabai dan bawang merah cukup tinggi karena adanya peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
Namun untuk kemarau bagus untuk tanaman bawang merah. Sehingga selain hama juga karena yang menanam cabai berkurang. Dampaknya banyak petani yang tadinya menanam cabai juga beralih ke tanaman bawang merah, “Jadi produksi cabai menurun. Kalau pasokan berkuang dan permintaan tinggi otomatis harga naik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa