Kejar Surplus Beras 100.000 Ton, Bantul Percepat Masa Tanam
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Pedagang beras di Pasar Prawirotaman melayani pembeli, Senin (29/3/2021)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencadangkan sebanyak 15 ton beras dengan total anggaran sebesar Rp169 juta untuk mengantisipasi kerawanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana mengatakan langkah ini juga sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan bagi masyarakat. Pasalnya dengan wilayah yang kecil dan kegiatan utama bukan di sektor pertanian tentu membutuhkan stok pangan yang memadai.
"Sinkronisasi pengendalian cadangan pangan ini selanjutnya diharapkan akan mendukung tercapainya ketahanan pangan di Kota Jogja," katanya, Rabu (1/6/2022).
BACA JUGA: Saling Tantang Setelah Kecelakaan, Pelajar Jogja Kena Bacok
Selain itu, Jogja yang menyandang predikat sebagai kota pariwisata kerap dikunjungi oleh banyak orang. Kebutuhan pangan dalam hal ini beras akan mendukung geliat perekonomian dan UMKM yang saat ini mulai bangkit.
"Salah satu cara untuk menjaga ketersediaan agar dapat terus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu dengan pengadaan cadangan pangan pemerintah daerah," jelasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja, Kadri Renggono menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan bahan pangan di Kota Jogja.
Dia juga mengimbau masyarakat agar dalam memperjualbelikan kebutuhan pokok tetap mengikuti aturan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Walaupun ada kenaikan harga pada beberapa barang kebutuhan pokok di masyarakat, hendaknya untuk tidak menimbun stok barang, mengikuti HET [Harga Eceran Tertinggi] sesuai harga yang ditetapkan, serta ikut menjaga agar kenaikan harga barang tidak melesat tinggi," ucap Kadri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
PSS Sleman siap membuktikan kekuatan di laga pembuka Super League saat menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Indonesia dinilai menempuh jalur berbeda dalam fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand