Sekaten 2026 Digelar Sederhana, Miyos Gangsa Bisa Disaksikan Warga
Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 digelar sederhana. Miyos Gangsa di Pagelaran Keraton Jogja dibuka untuk masyarakat.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sleman tahun ajaran 2022/2023 secara umum berjalan lancar. Hanya ada sedikit kendala di tingkat SMK.
Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMK N 1 Depok, Sri Sundari mengatakan status afirmasi pada Selasa (21/06/2022) kemarin belum sinkron. Yakni antara situs Sistem Informasi Verifikasi (SIVERI) PPDB dengan situs SIAP PPDB.
"Jadinya yang sudah keterima afirmasi statusnya belum YA, masih tetap TIDAK," ucapnya pada Harianjogja, Rabu (22/06/2022).
Akan tetapi kendala tersebut sudah rampung pagi tadi. "Tapi tadi pagi sudah beres," lanjutnya.
BACA JUGA: Pria Bantul yang Ajak Keluarganya Bunuh Diri di Sungai Opak Ditemukan Tak Bernyawa
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Sleman Tukiman menyampaikan secara umum sampai hari ini PPDB untuk tingkat SMA/SMK berjalan dengan lancar. Dia berharap agar bisa berjalan lancar sampai akhir PPDB.
"[untuk jumlah pendaftar] ini masih proses verifikasi data dan aktivasi account, sehingga belum bisa mengkonfirmasi," ucapnya.
Sementara untuk PPDB SMP, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto menegaskan tidak ada kendala. Dari 54 SMP negeri yang ada di Sleman semua kuotanya terpenuhi.
Mengenai jumlah pendaftar dia belum bisa menyampaikan jumlahnya karena baru berakhir hari ini dan akan dikonsolidasikan besok. Tapi baginya yang lebih penting dari jumlah adalah terpenuhinya kuota.
"Tegas enggak ada [kendala PPDB SMP]. 54 SMP Negeri kuotanya terpenuhi," ucapnya.
Meski belum ada angka pasti, namun dia memperkirakan jumlah pendaftar di tahun ini untuk SMP tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Sri menyebut indikasi tidak adanya kendala dari PPDB SMP adalah tidak adanya masyarakat yang berbondong-bondong protes atau mengadu ke Disdik Sleman. Artinya tidak ditemui kendala secara teknis.
Sebagain masyarakat memamg masih ada yang datang ke dinas untuk meminta informasi. Namun jumlahnya tidak signifikan.
"Kalau saya mengirakan memamg masyarakat yang bertanya kebanyakan dari SMP [dibandingkan SD]. Karena persaingan masuk SMP lebih banyak," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 digelar sederhana. Miyos Gangsa di Pagelaran Keraton Jogja dibuka untuk masyarakat.
AS memperingatkan China dan negara lain soal sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan Iran melalui kampanye ekonomi terbaru.
Menkomdigi Meutya Hafid menghormati proses hukum kasus internet tak berizin di Mentawai dan mendorong pendekatan pembinaan.
KPK mendalami pengelolaan keuangan dan pengadaan Dinas PUPR Kota Bengkulu setelah menyita uang Rp4 miliar dari rumah pejabat.
Dua penjaga perdamaian PBB gugur setelah patroli menuju Jonglei, Sudan Selatan, disergap orang bersenjata tak dikenal.
Asap karhutla mengandung PM2,5 yang dapat mengganggu paru-paru. Kenali bahaya paparan asap dan cara mencegahnya.