Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan sebanyak delapan dari total 17 kecamatan di daerah ini dikategorikan zona merah kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
"Delapan kecamatan zona merah kasus PMK karena populasi ternak yang kena atau suspek PMK berdasarkan gejala klinis jumlahnya di atas 100 kasus," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Jumat (24/6/2022).
Pihaknya tidak menyebutkan semua kecamatan zona merah kasus PMK itu, namun sebagian besar berada di Bantul wilayah timur, di antaranya Kecamatan Pleret, Jetis, Pundong, Banguntapan, dan Imogiri.
BACA JUGA: Jabatan Gubernur DIY Akan Habis Pada Oktober Mendatang
Oleh karena itu, kata dia, penanganan dan pengobatan ternak yang kena PMK di wilayah zona merah menjadi perhatian bersama antara pemerintah melalui petugas kesehatan hewan dan peternak, agar penularan terus ditekan dan proses penyembuhan lebih banyak.
Dia mengatakan, total temuan kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak di Bantul hingga kini mencapai 1.894 ekor, mati enam ekor, potong paksa 29 ekor, dan sembuh sebanyak 210 ekor.
"Wilayah Bantul yang masih agak aman dari kasus PMK di daerah barat, yaitu Kecamatan Srandakan, Pajangan, Sedayu , dan Sanden," katanya.
Dia berharap upaya yang dilakukan peternak dan petugas puskeswan dalam mengobati dan mencegah PMK meluas terus dilakukan, agar tidak berdampak pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah yang membutuhkan ternak sehat untuk hewan kurban.
"Kekhawatiran untuk kebutuhan Idul Adha jelas ada, tapi yang jelas nanti kita lebih intensif dalam pengawasan mendekati hari raya, agar jangan sampai sapi yang sakit untuk dijadikan hewan kurba. Ini tidak mudah bagi teman teman di lapangan," katanya.
Dia menyebutkan, kebutuhan hewan kurban di Bantul setiap Idul Adha sekitar 7.000 sapi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bantul perlu mendatangkan ternak dari luar daerah.
"Kita tidak hanya mengandalkan dari Bantul saja, tetapi juga dari luar, dan semoga saja aman. Harapannya kasus di Bantul tidak bertambah, sementara ternak dari luar sehat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.