Karyawan Rental di Grogol Curi Motor Pelanggan
Polisi tangkap karyawan rental di Grogol yang mencuri motor pelanggan. Pelaku terancam 5 tahun penjara.
PKL Malioboro mulai melihat lokasi Teras Malioboro 2 yang menjadi tempat baru. Mereka mulai menata tempat pada Selasa (1/2/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja akan menggelar pertunjukan seni macapat yang ditampilkan sebagai atraksi seni yang inovatif bertajuk "Macapat Senja" bertempat di Teras Malioboro 2 sisi barat pada Selasa (28/6/2022).
“Sesuai namanya, maka pertunjukan ini pun diselenggarakan sore hari. Akan kami mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB,” kata Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Disbud Kota Jogja Ismawati Retno di Yogyakarta, Senin (27/6/2022).
Menurut dia, pertunjukan seni macapat tersebut sepenuhnya disajikan dalam kemasan menarik memadukan konsep klasik dan kontemporer serta menampilkan banyak seniman muda yang juga pelestari budaya.
“Akan ada sekitar 50 seniman muda yang terlibat dalam acara ini. Mereka akan menampilkan macapat challenge dan macapat free style tanpa meninggalkan aturan-aturan baku tembang macapat,” katanya.
BACA JUGA: Pria Prambanan Sleman Ini Jadikan Larva Lalat Hitam Jadi Sumber Penghasilan
Seniman macapat yang terlibat di antaranya kelompok anak muda jawara macapat dan seniman macapat muda tamansiswa.
Sedangkan pelaku seni yang akan menampilkan Macapat Challenge di antaranya, Danang Fitrianto (Marto Paidi), Maria Ratna Anggraini Santoso, Sri Yuwaningtyas Sukma Putri, Anggraini Puspita Imani, Rahmat Edhy Purnomo dan Rizki Nur Hakiki serta Macapat Freestyle oleh kelompok Mantradisi, pimpinan Paksi Raras Alit.
Diharapkan dengan format pertunjukan yang disesuaikan dengan selera generasi muda maka diharapkan gelaran Macapat Senja dapat diterima dan bisa dinikmati oleh anak muda sehingga seni tradisi tersebut dapat mempertahankan eksistensinya.
Ia pun menambahkan, gelaran Macapat Senja dapat menjadi benteng untuk mengimbangi akulturasi budaya, di tengah gempuran budaya modern.
“Pergelaran ini merupakan upaya kami dalam menyaring budaya asing karena tembang macapat memiliki tantangan besar dari derasnya arus modernisasi,” katanya.
Ia menceritakan di keseharian masa kecilnya, macapat masih sering ditembangkan oleh orang dewasa maupun anak-anak di malam hari. Terkadang ditembangkan oleh orang tua untuk anaknya menjelang tidur. Namun saat ini sudah jarang terjadi dan terancam memudar.
“Makanya, kami berupaya menggelar ajang ini. Harapannya bisa membantu agar kesenian ini dapat mempertahankan eksistensinya,” katanya.
Selain pertunjukan seni, kata Ismawati Retno, juga akan digelar temu wicara dengan narasumber Muhammad Bagus Febriyanto dari Komunitas Jagongan Naskah sekaligus Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Dosen Prodi Sastra Jawa UGM Rudy Wiratama.
Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah Permuseuman Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Dwi Hana Cahya Sumpena menjelaskan bahwa agenda tersebut bertujuan melestarikan sastra lokal dalam tembang macapat kepada kalangan muda, sekaligus menghidupkan kembali tradisi ber-macapat dalam keseharian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi tangkap karyawan rental di Grogol yang mencuri motor pelanggan. Pelaku terancam 5 tahun penjara.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Kejaksaan Agung menemukan dugaan keterlibatan perwira TNI aktif dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.
Petaka Gunung Welirang resmi tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah teror mistis di Alas Lali Jiwo.
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar meninggal dunia di Gaza. Ia meninggalkan istri yang tengah mengandung anak pertama dan memicu duka dunia sepak bola.
Harga Dexlite dan Pertamina Dex turun mulai Juli 2026. Simak perbandingan harga solar Indonesia dengan Malaysia, Thailand, dan Singapura.