Dari Sel Tahanan ke Kanvas, Pameran Seni Ini Curi Perhatian

Kiki Luqman
Kiki Luqman Minggu, 24 Mei 2026 17:37 WIB
Dari Sel Tahanan ke Kanvas, Pameran Seni Ini Curi Perhatian

Pengunjung saat mengunjungi tempat pameran di LegaReca Art Gallery, Padokan Baru, Kasihan, Bantul, Jumat (22/5) petang./ Harian Jogja-Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Suasana berbeda terlihat di LegaReca Art Gallery, Padokan Baru, Kasihan, Bantul. Puluhan lukisan memenuhi ruang pamer dengan tema yang tidak biasa: kehidupan di balik jeruji besi. Pameran bertajuk Tanpa Batas: Seni yang Membebaskan itu menghadirkan karya-karya yang lahir dari pengalaman para seniman saat masuk langsung ke ruang tahanan Polres Bantul.

Tidak sekadar menampilkan visual artistik, pameran ini juga membawa pesan kemanusiaan dan refleksi sosial yang kuat. Para perupa mencoba menerjemahkan suasana ruang tahanan, emosi penghuni sel, hingga pengalaman personal mereka ke dalam berbagai bentuk karya.

Gagasan pameran bermula ketika sejumlah seniman melakukan kegiatan melukis langsung atau on the spot di ruang tahanan Polres Bantul pada 22 April 2026 lalu. Dari pengalaman tersebut, muncul berbagai tafsir artistik yang kemudian dituangkan dalam kanvas dengan pendekatan dan sudut pandang berbeda.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, mengatakan seni dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dan institusi kepolisian dengan cara yang lebih dekat serta manusiawi.

Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga tentang kebebasan berpikir dan ekspresi yang tidak bisa dibatasi oleh ruang fisik.

“Dari sana kita bisa belajar bahwa jeruji besi bisa membatasi raga, namun tidak akan bisa mengurung imajinasi dan jiwa seni seseorang,” ujar Bayu, Minggu (24/5/2026).

Ia menilai interaksi antara seniman dan penghuni ruang tahanan menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam. Dari perjumpaan tersebut muncul refleksi tentang kehidupan, kesalahan, harapan, hingga sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian publik.

Sebanyak 29 karya dari 21 perupa dipamerkan dalam agenda yang berlangsung sejak 22 Mei hingga 29 Mei 2026. Sejumlah nama seniman yang terlibat di antaranya Agus Kerang, Udin Kuru, Joko Gundul, Sito Amnan, Iskandar SY, Bambang Herras, Joshua Tobing, Budi Ubrux, Maman Rahman, hingga Ampun Sutrisno.

Tidak hanya pelukis, beberapa tokoh seni lainnya seperti Agus Noor, Krishna Encik, dan Pram Jasmine juga turut ambil bagian dalam pameran tersebut.

Menariknya, tidak semua karya lahir langsung di dalam ruang tahanan. Keterbatasan ruang dan situasi saat proses melukis membuat sebagian seniman memilih mengembangkan ide setelah kembali dari lokasi. Mereka mengolah pengalaman, ingatan, dan tafsir pribadi menjadi karya yang lebih reflektif.

Pemrakarsa kegiatan melukis di ruang tahanan, Butet Kartaredjasa, mengatakan seni tidak selalu harus berbicara tentang keindahan semata. Menurutnya, seni juga bisa menjadi medium untuk melihat realitas sosial yang sering dihindari masyarakat.

Butet menyinggung konsep jiwa ketok yang diperkenalkan pelukis Sudjojono, yakni menghadirkan sesuatu yang benar-benar dilihat dan dirasakan ke dalam karya seni.

Ia sengaja mengajak para seniman masuk ke ruang tahanan agar muncul empati terhadap orang-orang yang sedang menjalani masa sulit di balik jeruji.

“Tidak hanya melukis yang indah-indah, tafsir bermacam-macam,” kata Butet.

Sementara itu, dalam catatannya untuk pameran tersebut, Agus Noor menilai seni sejatinya tidak hidup eksklusif di galeri atau ruang elit semata. Ia mengutip pandangan penyair Rendra bahwa seni yang otentik justru lahir dari kehidupan sehari-hari, termasuk dari tempat-tempat yang jarang diperhatikan masyarakat.

“Seni yang otentik sering kali justru hadir dari kehidupan sehari-hari, bahkan dari sudut-sudut yang kerap luput diperhatikan,” tulis Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online