Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Parangtritis yang telah dipasang water barrier, Senin (4/7/2022)-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah ruas jalan di Bantul dinilai rawan kecelakaan. Sejumlah upaya dilakukan Dinas Perhubungan Bantul untuk menekan angka kecelakaan di ruas-ruas jalan tersebut, salah satunya dengan pemasangan water barrier.
Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Bantul, Sri Harsono, menjelaskan angka kecelakaan di Bantul merupakan salah satu yang tertinggi di DIY. “April-Mei kemaren dilaporkan ada 12 kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya, Senin (4/7/20222).
Kecelakaan tersebut tersebar di berbagai ruas jalan. Namun berdasarkan Dinas Perhubungan Bantul, sejumlah titik yang paling rawan kecelakaan diantaranya sepanjang Jalan Parangtritis, jalan Bantul-Samas dan jalan Palbapang-Srandakan. “Terutama paling banyak di jalan Parangtritis,” katanya.
Banyaknya kecelakaan di jalan Parangtritis ini disebabkan karakter jalan yang lebar dan mulus sehingga memicu pengendara untuk melaju dengan kecepatan tinggi. “Jam-jam rawan sore itu pulang beraktivitas dari Jogja. Karena ingin cepat sampai tujuan jadi ngebut,” katanya.
BACA JUGA: Pengumuman! Syarat Masuk Mal Kini Wajib Sudah Divaksin Booster
Ketika melaju dengan kecepatan tinggi itu, pengendara biasanya melewati marka tengah jalan sehingga masuk ke jalur yang berlawanan arah. Saat itu lah potensi kecelakaan meningkat. “Otomatis dari arah berlawanan ruang geraknya jadi sempit, jadi sering ada kecelakaan,” ungkapnya.
Maka untuk menekan potensi itu, Dinas Perhubungan Bantul bersama jajaran kepolisian merekayasa lalu lintas dengan pemasangan water barrier di sejumlah ruas jalan, meliputi dari simpang empat Samsat hingga SMAN Sewon 1 dan tikungan Patalan.
Pemasangan water barrier untuk meminimalisir kecelakaan ini mengadopsi rekayasa yang telah diterapkan di SMPN 2 Bantul sampai simpang tiga Cepit. Di ruas jalan tersebut sebelum dipasang water barrier hampir setiap hari ada kecelakaan.
“Setelah dipasang barrier, enam bulan pertama nol kecelakaan. Enam bulan kedua terjadi dua kali kecelakaan. Artinya bermanfaat sekali. Makannya Jalan Parangtritis itu kami adopsi dari Jalan Bantul-Samas dari pintu masuk kota sampai simpang tiga Cepit,” ungkapnya.
Sementara di jalan Palbapang-Srandakan kecelakaan dipicu oleh minimnya penerangan di sebagian ruas. Menindaklanjuti hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY untuk menambah penerangan jalan umum (PJU).
“Di jalan Srandakan itu ada tikungan Mbandung sampai bundaran. Di sana masih minim penerangannya, dibanding dari Mbandung ke arah appil di Sapuangin. Langsung saya telfonkan ke Dishub DIY, apakah ada anggaran,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.