Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Salah satu lulusan UII yang membangun start up dengan produk alat masak yang dapat mengurangi kadar gula. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-- Tren mahasiswa dan lulusan sarjana untuk menjadi enterpreneur kian meningkat terutama di bidang start up berbasis teknologi. Salah satunya tren itu terjadi pada lulusan Universitas Islam Indonesia (UII).
Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Arif Wismadi menyatakan keberadaan event growth festival digelar setiap tahun mampu memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha. Event ini menampilkan banyak karya wirausaha mahasiswa dan alumni. Selama beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan persentase lulusan yang berwirausaha. Jika sebelumnya hanya di angka 4% saja dari total 5.000 hingga 6.000 lulusan yang berwirausaha, tetapi pada 2022 ini meningkat menjadi 14,9%.
"Persentase lulusan untuk menjadi wirausaha sudah melampaui target yang ditetapkan Kemenko UKM yaitu 10 persen dari lulusan, tetapi UII bisa lebih dari angka tersebut," katanya Wismadi dalam rilisnya, Kamis (14/7/2022).
BACA JUGA: Bisa Nikmati Keindahan Pansela Jogja, Rest Area di Puncak Kelok 18 Bakal Jadi Favorit Wisatawan
Ia mengatakan kampus menyediakan dana stimulan untuk pembukaan wirausaha sekitar Rp1 miliar. Para mahasiswa mengembangkan bisnis salah satunya start up berbasis teknologi. Di luar itu melalui stimulan tersebut, melalui sejumlah program yang digulirkan pemerintah dan swasta, kelompok mahasiswa juga mendapatkan hibah.
"Sekitar Rp3 miliar per tahun kami gulirkan untuk mahasiswa, agar mereka menjadi enterpreneur," ujarnya.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan persentase wirausaha mahasiswa itu didapatkan melalui tracer studi dengan menghubungi lulusan dan mewawancarai terkait pekerjaan. Sehingga data tersebut langsung didapatkan dari responden. Peningkatan persentase lulusan menjadi wirausaha ini kemungkinan karena sebelumnya sudah dibekali pengalaman dan jaringan. Dari angka tersebut tentu dampaknya besar karena mereka mampu membuka lapangan kerja.
"Ada perkembangan dalam beberapa tahun terakhir dari 4% menjadi 14,9% lulusan menjadi enterprener yang sepanjang tahun meningkat. Ini angka faktual, mengembirakan karena upaya untuk menjadikan kewirausahaan berhasil," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m