Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Petani di pesisir selatan Gunungkidul masih resah dengan serangan monyet ekor panjang. Pasalnya, hingga sekarang lahan-lahan pertanian yang ada banyak dijarah kawanan primata ini.
Salah satu serangan terjadi di wilayah Kalurahan Purwodadi, Tepus. Hasil pendataan yang dilakukan kalurahan, serangan sudah terjadi di 11 dusun dari 19 dusun di wilayah tersebut.
Ulu-ulu di Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, upaya pencegahan terhadpa serangan monyet ekor panjang sudah dilakukan oleh para petani. Meski demikian, hasilnya belum maksimal.
Hingga sekarang, serangan masih terus terjadi dan kawanan ini merusak tanaman milik warga. “Yang diserang rata-rata lokasinya berada di dekat pantai. Hampir setiap tanaman pangan yang ditanam dirusak, salah satunya ketela dicabuti dan isinya dimakan,” kata Suroyo, Kamis (14/7/2022).
Dia menjelaskan, untuk serangan sudah hampir merata di seluruh wilayah. Pasalnya, dari 19 dusun, penjarahan kawanan monyet terlihat di Dusun Sureng 1, Sureng 2, Winangun, Duwet, Gesing, Ngandong dan Danggolo. Total hampir ada 11 dusun yang dilaporkan ada serangan monyet di area lahan pertanian,” ungkapnya.
Suroyo mengungkapkan, adanya serangan ini sangat berdampak ke petani karena berpotensi mengalami gagal panen. Tanaman yang dijarah mengalami kerusakan sehingga tak bisa dimanfaatkan lagi.
“Isinya sudah habis dijarah,” katanya.
BACA JUGA: Dapat Rp2,4 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja Solo, Pria Ini Ingin Kembangkan Pesantren
Ia berharap kepada pemerintah ada tindakan untuk pencegahan sehingga serangan tidak semakin meluas. “Pengennya petani tetap bisa memanen apa yang ditanam,” katanya.
Serangan monyet ekor panjang juga terjadi di Kalurahan Plajan, Saptosari. Hal ini disampaikan oleh Carik Planjan, Budi Setiyanto.
Menurut dia, potensi serangan hampir terjadi setiap tahun dan ancaman meningkat pada saat musim kemarau. “Serangan sudah ada di Dawung, Alangsari dan Wuluh,” katanya.
Budi mengungkapkan, warga sudah mulai putus asa dengan serangan monyet panjang. Upaya pencegahan sudah dilakukan, tapi hasilnya belum maksimal. “Ternyata hingga sekarang ancaman masih ada dan membuat petani resah,” katanya.
Ia tidak menampik sekarang ada petani yang membiarkan lahannya terbengkalai dan tidak ditanami karena takut terjadi kegagalan panen. “Mau panen bagaimana, wong sudah keduluan kawanan monyet,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.