Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Petani di pesisir selatan Gunungkidul masih resah dengan serangan monyet ekor panjang. Pasalnya, hingga sekarang lahan-lahan pertanian yang ada banyak dijarah kawanan primata ini.
Salah satu serangan terjadi di wilayah Kalurahan Purwodadi, Tepus. Hasil pendataan yang dilakukan kalurahan, serangan sudah terjadi di 11 dusun dari 19 dusun di wilayah tersebut.
Ulu-ulu di Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, upaya pencegahan terhadpa serangan monyet ekor panjang sudah dilakukan oleh para petani. Meski demikian, hasilnya belum maksimal.
Hingga sekarang, serangan masih terus terjadi dan kawanan ini merusak tanaman milik warga. “Yang diserang rata-rata lokasinya berada di dekat pantai. Hampir setiap tanaman pangan yang ditanam dirusak, salah satunya ketela dicabuti dan isinya dimakan,” kata Suroyo, Kamis (14/7/2022).
Dia menjelaskan, untuk serangan sudah hampir merata di seluruh wilayah. Pasalnya, dari 19 dusun, penjarahan kawanan monyet terlihat di Dusun Sureng 1, Sureng 2, Winangun, Duwet, Gesing, Ngandong dan Danggolo. Total hampir ada 11 dusun yang dilaporkan ada serangan monyet di area lahan pertanian,” ungkapnya.
Suroyo mengungkapkan, adanya serangan ini sangat berdampak ke petani karena berpotensi mengalami gagal panen. Tanaman yang dijarah mengalami kerusakan sehingga tak bisa dimanfaatkan lagi.
“Isinya sudah habis dijarah,” katanya.
BACA JUGA: Dapat Rp2,4 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja Solo, Pria Ini Ingin Kembangkan Pesantren
Ia berharap kepada pemerintah ada tindakan untuk pencegahan sehingga serangan tidak semakin meluas. “Pengennya petani tetap bisa memanen apa yang ditanam,” katanya.
Serangan monyet ekor panjang juga terjadi di Kalurahan Plajan, Saptosari. Hal ini disampaikan oleh Carik Planjan, Budi Setiyanto.
Menurut dia, potensi serangan hampir terjadi setiap tahun dan ancaman meningkat pada saat musim kemarau. “Serangan sudah ada di Dawung, Alangsari dan Wuluh,” katanya.
Budi mengungkapkan, warga sudah mulai putus asa dengan serangan monyet panjang. Upaya pencegahan sudah dilakukan, tapi hasilnya belum maksimal. “Ternyata hingga sekarang ancaman masih ada dan membuat petani resah,” katanya.
Ia tidak menampik sekarang ada petani yang membiarkan lahannya terbengkalai dan tidak ditanami karena takut terjadi kegagalan panen. “Mau panen bagaimana, wong sudah keduluan kawanan monyet,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ariana Grande viral setelah bekas bekam di punggungnya terlihat saat konser di Florida. Momen tersebut memicu beragam komentar dari warganet Indonesia.
Hari pertama sistem baru retribusi Pantai Parangtritis dievaluasi. Fasilitas TPR minim, pembayaran digital terbatas, dan TPR di jalan nasional masih jadi sorota
Biaya bagasi pesawat terus naik. Simak cara hemat menghindari biaya tambahan agar perjalanan tetap nyaman dan ramah di kantong.
Mencampur Bio Solar B50 dengan Dexlite berpotensi merusak injektor dan sistem bahan bakar diesel. Simak risiko dan penjelasan para ahli.
Film Cinta Lama Babak Kedua #CLBK tayang mulai 2 Juli 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah cinta lama yang mengancam pernikahan cucu.