Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Sejumlah warga berjaga-jaga mengusir kawanan monyet ekor panjang yang akan menyerang lahan pertanian di Dusun Gesing, Purwodadi, Tepus, Selasa (29/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, frustrasi dengan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian.
BACA JUGA: Pengembangan Kawasan Exit Tol Jogja Diarahkan Pakai Tanah Kas Desa atau Sewa
Mereka berharap langkah konkret untuk mengurangi serangan karena berbagai upaya belum membuahkan hasil. Salah seorang warga di Dusun Gesing, Marsito, mengatakan serangan monyet sudah terjadi sejak 2018 lalu. Dari tahun ke tahun, serangan semakin banyak lantaran populasi monyet yang terus membengkak.
“Yang paling banyak jadi korban adalah lahan pertanian. Kawanan monyet merusak tanaman palawija hingga buah-buahan,” kata Marsito, Selasa (29/3/2022).
Menurut dia, warga sudah menjaga lahan pertanian supaya tidak diserang. Meski demikian, cara ini belum optimal karena serangan masih saja terjadi. “Kalau tidak ditunggui tanaman pertanian habis dijarah kawanan monyet,” katanya.
Pada saat menunggu lahan pertanian, warga juga membawa senapan angin serta membunyikan petasan dari meriam kaleng. “Petasan dibunyikan untuk mengagetkan kawanan, tapi kalau berhenti atau lahan ditinggal, monyet akan muncul lagi,” ungkapnya.
Dia berharap kepada pemerintah untuk mencari solusi terbaik agar petani dapat panen. “Kami sudah bergantian menjaga, tetapi tetap saja ada serangan,” ucap Marsito.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan pengendalian populasi terbatas karena Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tidak menganjurkan cara-rara represif untuk penangnaan. “Yang bisa dilakukan hanya sebatas menghalau agar monyet tidak datang lagi,” katanya.
BACA JUGA: Skuter Listrik Dilarang di Malioboro, Pemkot Akan Carikan Tempat Baru
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul tetap akan berupaya mencegah serangan di area lahan milik warga. Dalam jangka pendek, cara yang bisa dilakukan adalah mengusir kawanan. Dalam jangka panjang, disiapkan program penanaman tanaman di sejumlah lokasi.
“Kami juga berupaya menangkap monyet dengan meminta bantuan Suku Baduy,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.