Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Sejumlah warga berjaga-jaga mengusir kawanan monyet ekor panjang yang akan menyerang lahan pertanian di Dusun Gesing, Purwodadi, Tepus, Selasa (29/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, frustrasi dengan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian.
BACA JUGA: Pengembangan Kawasan Exit Tol Jogja Diarahkan Pakai Tanah Kas Desa atau Sewa
Mereka berharap langkah konkret untuk mengurangi serangan karena berbagai upaya belum membuahkan hasil. Salah seorang warga di Dusun Gesing, Marsito, mengatakan serangan monyet sudah terjadi sejak 2018 lalu. Dari tahun ke tahun, serangan semakin banyak lantaran populasi monyet yang terus membengkak.
“Yang paling banyak jadi korban adalah lahan pertanian. Kawanan monyet merusak tanaman palawija hingga buah-buahan,” kata Marsito, Selasa (29/3/2022).
Menurut dia, warga sudah menjaga lahan pertanian supaya tidak diserang. Meski demikian, cara ini belum optimal karena serangan masih saja terjadi. “Kalau tidak ditunggui tanaman pertanian habis dijarah kawanan monyet,” katanya.
Pada saat menunggu lahan pertanian, warga juga membawa senapan angin serta membunyikan petasan dari meriam kaleng. “Petasan dibunyikan untuk mengagetkan kawanan, tapi kalau berhenti atau lahan ditinggal, monyet akan muncul lagi,” ungkapnya.
Dia berharap kepada pemerintah untuk mencari solusi terbaik agar petani dapat panen. “Kami sudah bergantian menjaga, tetapi tetap saja ada serangan,” ucap Marsito.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan pengendalian populasi terbatas karena Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tidak menganjurkan cara-rara represif untuk penangnaan. “Yang bisa dilakukan hanya sebatas menghalau agar monyet tidak datang lagi,” katanya.
BACA JUGA: Skuter Listrik Dilarang di Malioboro, Pemkot Akan Carikan Tempat Baru
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul tetap akan berupaya mencegah serangan di area lahan milik warga. Dalam jangka pendek, cara yang bisa dilakukan adalah mengusir kawanan. Dalam jangka panjang, disiapkan program penanaman tanaman di sejumlah lokasi.
“Kami juga berupaya menangkap monyet dengan meminta bantuan Suku Baduy,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Universitas Sanata Dharma mengukuhkan 108 apoteker baru Angkatan 51. Seluruh peserta UKOMNAS PDPA dinyatakan lulus 100 persen.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.