Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi suasana TPR Parangtritis./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mewacanakan untuk kerja sama dalam pengangkatan tenaga honorer atau pegawai harian lepas (PHL) dengan pemerintah kalurahan.
Upaya ini sebagai solusi mengatasi kekurangan pegawai karena pemerintah daerah tidak diperkenankan lagi untuk merekrut tenaga honorer mulai November tahun depan.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Dispar Bantul ada sekitar 60 orang, sementara jumlah non-ASN ada sekitar 82 orang.
BACA JUGA: Arbi Siap Lakoni Putaran Kelima FIM JuniorGP
Jumlah tersebut diakuinya bisa dikatakan cukup, tetapi untuk saat-saat tertentu sangat kurang terutama untuk petugas lapangan, seperti petugas pemungut retribusi dan petugas kebersian di objek wisata yang dikelola Pemkab Bantul.
Dia mencontohkan untuk petugas penarik retribusi di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis untuk 15 petugas cukup saat hari biasa, bahkan banyak yang menganggur untuk Senin-Jumat karena wisatawan yang datang hanya sekitar 3.000 orang atau paling banyak 4.000-an orang. Kedatangan wisatawan pun pada jam-jam tertentu.
“Sementara untuk Sabtu-Minggu dan hari libur 15 petugas itu masih sangat kewalahan, karena jumlah wisatawan bisa di atas 10.000-an orang. Jadi kalau ditanya apakah kekurangan tenaga honorer atau tidak saya katakan untuk petugas lapangan kurang,” kata Kwintarto, Minggu (17/7/2022).
Itulah sebabnya, untuk Sabtu-Minggu dan hari libur, dinasnya biasanya menambah petugas delapan orang khusus di TPR Parangtritis yang terdiri dari lima di TPR Induk dan tiga orang di TPR Pantai Depok.
Sementara untuk anggaran, selama ini diambilkan dari dana operasional pengendalian. Namun pihaknya tidak ingin menggunakan skema seperti itu terus.
BACA JUGA: Bantah Stafnya Terlibat Pencaloan PHL, Kadispar Bantul: Saya Berani Garansi!
Solusinya, kata dia, bisa kerja sama dengan pemerintah kalurahan seperti yang sudah diterapkan di sejumlah objek wisata di Gunungkidul dan Kulonprogo. Bahkan objek wisata di Pangandaran, Jawa Barat juga menggunakan skema kerja sama dengan kalurahan. Jadi khusus petugas penarik retribusi dan tenaga kebersihan bisa dikerjasamakan dengan pemerintah desa. "Nanti ada bagi hasil retribusi antara Pemkab dan pemerintah desa,” kata dia.
Namun demikian solusi tersebut membutuhkan peraturan bupati (Perbup) sehingga belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Solusi tersebut diakuinya hanya salah satu alternatif ketika pemerintah daerah tidak diperkenankan mengangkat tenaga honorer.
“Ada tiga solusi, apakah akan merekrut tenaga kontrak, apakah akan menarik dari outsourcing ataukah kerja sama dengan desa. Ini belum kita putuskan,” ujar Kwintarto.
Namun demikian, menurutnya, yang paling memungkinkan adalah kerja sama dengan pemerintah kalurahan dan nantinya ada bagi hasil retribusi wisata akan tetapi membutuhkan payung hukumnya.
Dia meyakini kerja sama dengan pemerintah kalurahan bisa dilakukan seperti di daerah lainnya yang sduah melakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat