Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Pedagang beras di Pasar Prawirotaman melayani pembeli, Senin (29/3/2021)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan persediaan pangan di DIY masih cukup untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, provinsi ini mengalami surplus beras. Penegasan itu disampaikan Sultan di tengah potensi kenaikan harga pangan sebagaimana diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sultan mengatakan DIY surplus beras karena angka panen lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan setiap tahun.
BACA JUGA: Wanti-Wanti Sri Mulyani: Harga Pangan Akan Terus Naik
“Di DIY itu ketahanan pangan tercukupi karena kebutuhan beras hanya 670.000 ton tetapi produk awal tahun kemarin di atas 870.000 ton. Jadi sebetulnya sisa. Tetapi yang sering terjadi yang dibawa keluar yang baik yang masuk kualitas KW lebih rendah, ini yang masalah,” kata Sultan dalam Festival Lumbung Mataram yang dipantau Harian Jogja melalui Youtube Humas Jogja, Minggu (18/7/2022).
Sultan menambahkan Pemda DIY mendapatkan banyak masukan dari masyarakat agar produk yang dikonsumsi berkualitas, baik beras maupun sayuran. Oleh karena itu HB X sempat meminta kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY untuk mendata produk pangan, terutama sayuran, yang masuk ke Jogja.
HB X menegaskan Pemda DIY siap menggelontorkan APBD untuk mendukung upaya pemenuhan pangan lokal yang mampu menopang ekonomi. Ia mengajak masyarakat DIY mengonsumsi pangan lokal karena saat ini sudah bermunculan modifikasi makanan berbahan pangan lokal.
BACA JUGA: Ada Gelombang Tinggi, Sebagian Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Bantul
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto mengatakan DIY berupaya memaksimalkan potensi pangan lokal melalui diversifikasi pangan untuk mencegah krisis pangan.
Sugeng mengatakan generasi milenial memiliki peran penting dalam upaya membantu ketahanan pangan. Hingga 2021 ini sudah terdapat 1.000 petani milenial di DIY. Mereka diharapkan membantu kemudahan pada penyediaan layanan pemasaran pangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.
Dito mengaku lega usai bersaksi dalam sidang korupsi kuota haji. Ia menjelaskan kunjungan bersama Jokowi dan tawaran tambahan kuota haji.
KHFF 2026 digelar 17-19 September di Jogja dengan Becak Drive-In Cinema, film Kantata Takwa, hingga penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.