Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Ngadi, salah seorang warga di Kalurahan Kemadang, sedang menunjukkan produksi garam di Pantai Sepanjang. Foto diambil 15 Juni lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemasaran garam hasil budi daya di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari masih terkendala izin. Akibatnya, hal ini berdampak terhadap proses produksi yang belum maksimal karena hasilnya baru untuk memasok kebutuhan di sekitaran pantai.
Ketua Koperasi Produsen Garam Tirta Bahari di Pantai Sepanjang, Wahyono mengatakan, usaha budi daya garam sudah dirintis sejak 2013 lalu. Meski demikian, hingga sekarang produk yang dihasilkan belum bisa dipasarkan ke luar daerah.
BACA JUGA: Mahasiswa UII Bagikan Strategi Lolos Beasiswa ke Luar Negeri
Menurut dia, ada beberapa kendala yang membuat pemasaran belum optimal. Salah satunya tersandung masalah izin, baik untuk Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) maupun izin MD untuk izin insdustri bersifat lokal yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
“Jadi tidak hanya sebatas PIRT, karena harus ada izin MD dari BPOM agar bisa dipasarkan secara luas,” kata Wahyono, Kamis (21/7/2022).
Hingga sekarang berbagai izin dari SNI hingga MD masih dalam proses. Untuk mendapatkan surat legalitas ini juga terus mendapatkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul. “Mudah-mudahan bisa segera kelar sehingga produksinya bisa dioptimalkan,” katanya.
Wahyono mengungkapkan, untuk potensi garam yang dihasilkan masuk kelas premium. Hanya saja, lanjut dia, kapasitas produksi yang dihasilkan belum banyak karena rata-rata setiap bulannya baru sekitar 1,5 ton.
Dikarenakan belum adanya izin untuk pemasaran, maka garam yang dihasilkan baru digunakan memasok kebutuhan di sekitara pantai. “Belum sampai ke luar dari pantai karena memang masih terkendala perizinan,” katanya.
BACA JUGA: Penutupan SD Negeri Tepus 2 Gunungkidul Ditunda, Ini Sebabnya
Senada, Ngadi, anggota kelompok budidaya garam di Pantai Sepanjang mengatakan selain pemasaran yang belum optimal, harga jual juga belum bisa dengan yang diharapkan sesuai dengan standarisasi di kelas premium.
“Sekarang termahal dengan kualitas paling bagus dihargai Rp4.000 per kilogram. Kualitas sedang Rp3.000 dan biasanya dipergunakan untuk campuran pakan ternak. Sedangkan termurah Rp1.000 per kilogram,” katanya.
Dia berharap permaslaahan izin bisa cepat selesai sehingga produksi bisa dimaksimalkan sehingga tujuan menyejahterakan anggota dapat direalisasikan. “Meski masih mengurus izin, tapi untuk produksi jalan terus. Ya memang pendapatan yang diperoleh juga belum maksimal karena keterbatasan jangkauan pemasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.