Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Ngadi, salah seorang warga di Kalurahan Kemadang, sedang menunjukkan produksi garam di Pantai Sepanjang. Foto diambil 15 Juni lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemasaran garam hasil budi daya di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari masih terkendala izin. Akibatnya, hal ini berdampak terhadap proses produksi yang belum maksimal karena hasilnya baru untuk memasok kebutuhan di sekitaran pantai.
Ketua Koperasi Produsen Garam Tirta Bahari di Pantai Sepanjang, Wahyono mengatakan, usaha budi daya garam sudah dirintis sejak 2013 lalu. Meski demikian, hingga sekarang produk yang dihasilkan belum bisa dipasarkan ke luar daerah.
BACA JUGA: Mahasiswa UII Bagikan Strategi Lolos Beasiswa ke Luar Negeri
Menurut dia, ada beberapa kendala yang membuat pemasaran belum optimal. Salah satunya tersandung masalah izin, baik untuk Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) maupun izin MD untuk izin insdustri bersifat lokal yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
“Jadi tidak hanya sebatas PIRT, karena harus ada izin MD dari BPOM agar bisa dipasarkan secara luas,” kata Wahyono, Kamis (21/7/2022).
Hingga sekarang berbagai izin dari SNI hingga MD masih dalam proses. Untuk mendapatkan surat legalitas ini juga terus mendapatkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul. “Mudah-mudahan bisa segera kelar sehingga produksinya bisa dioptimalkan,” katanya.
Wahyono mengungkapkan, untuk potensi garam yang dihasilkan masuk kelas premium. Hanya saja, lanjut dia, kapasitas produksi yang dihasilkan belum banyak karena rata-rata setiap bulannya baru sekitar 1,5 ton.
Dikarenakan belum adanya izin untuk pemasaran, maka garam yang dihasilkan baru digunakan memasok kebutuhan di sekitara pantai. “Belum sampai ke luar dari pantai karena memang masih terkendala perizinan,” katanya.
BACA JUGA: Penutupan SD Negeri Tepus 2 Gunungkidul Ditunda, Ini Sebabnya
Senada, Ngadi, anggota kelompok budidaya garam di Pantai Sepanjang mengatakan selain pemasaran yang belum optimal, harga jual juga belum bisa dengan yang diharapkan sesuai dengan standarisasi di kelas premium.
“Sekarang termahal dengan kualitas paling bagus dihargai Rp4.000 per kilogram. Kualitas sedang Rp3.000 dan biasanya dipergunakan untuk campuran pakan ternak. Sedangkan termurah Rp1.000 per kilogram,” katanya.
Dia berharap permaslaahan izin bisa cepat selesai sehingga produksi bisa dimaksimalkan sehingga tujuan menyejahterakan anggota dapat direalisasikan. “Meski masih mengurus izin, tapi untuk produksi jalan terus. Ya memang pendapatan yang diperoleh juga belum maksimal karena keterbatasan jangkauan pemasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.