JFR 2026 Ditutup dengan Laras Urban, Koleksi Batik dan Aksi Unik di Catwalk
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemda DIY akan mengupayakan pemeriksaan survei laboratorium WGS secara maksimal seiring adanya temuan varian baru BA.5 yang mendominasi di DIY.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan jika dilihat dari angka konfirmasi positif Covid-19 di DIY memang terjadi lonjakan cukup tinggi. Sehingga perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat.
Dengan adanya varian BA.5 yang mendominasi di DIY maka ia akan meminta Dinas Kesehatan untuk memaksimalkan survei untuk mendeteksi varian baru.
"Kami minta ke Dinkes DIY untuk melakukan survei, untuk memastikan yang ada di Jogja varian yang mana. Agar berkoordinasi dengan laboratorium yang ada," katanya Senin.
BACA JUGA: Proyek Pedestrian di Jalan Senopati Jogja Ditarget Tuntas Tahun Ini
Dia menambahkan dengan diketahuinya varian baru yang berbeda harapannya dapat menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Termasuk peringatan kepada pihak yang terkonfirmasi positif agar bisa melakukan terapi kesembuhan.
"Karena varian yang berbeda tentu kemungkinan penanganan berbeda juga. Termasuk peringatan kami kepada mereka yang terkonfirmasi positif kalau Omicron harus seperti apa, kalau varian ini harus seperti apa. Itu harus disosialisasikan ke masyarakat," katanya.
Peningkatan itu diperkirakan karena sudah ada sejumlah kelonggaran baik secara kebijakan maupun kendurnya masyarakat dalam menerapkan prokes. Misalnya sudah memberikan toleransi destinasi wisata dengan bebas.
Oleh karena itu pemerintah saat ini sudah memutuskan masker harus dipakai kembali walaupun di luar ruangan, maka harus ditaati semua pihak. Selain itu tempat publik seperti destinasi wisata maupun pusat perbelanjaan harus tetap memperketat protokol kesehatan. Terutama menyiapkan fasilitas cuci tangan, memperketat penggunaan masker dan Peduli Lindungi.
"Bisa jadi peningkatan kasus itu karena itu adanya pelonggaran karena kita mulai sudah kendur. Baik secara kebijakan [mulai mengendurkan] maupun sesuatu yang kemudian diabaikan oleh masyarakat. Kalau kemudian itu ternyata bisa membuat peningkatan kasus kita harus analisa lagi terhadap kebijakan itu, mana yang harus dilakukan," ujarnya.
Adapun penambahan kasus Covid-19 pada Senin (25/7/2022) sebanyak 44 kasus terdiri atas Sleman 25 kasus, Kota Jogja 11 kasus, Bantul 7 kasus dan Kulonprogo 1 kasus. Dari jumlah itu berasal dari periksa mandiri 29 kasus, kontak erat dua kasus dan suspek ada 13 kasus. Kemudian untuk positivity rate di angka 2,27% dengan kasus aktif di angka 851 kasus.
Adapun BOR di angka 9,22% untuk kritikal dan 6,33% nonkritikal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Fashion Rendezvous 2026 menghadirkan koleksi batik tradisional, gaya urban modern, dan peragaan busana unik dalam sesi penutup.
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyosusanto mengajak warga peduli terhadap keluarga dengan anak stunting dan meningkatkan pemahaman gizi.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
KPK menangkap 14 orang dalam OTT BNPB, termasuk Sestama Rustian. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas.