Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Ilustrasi aktivitas di Pantai Gesing./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bakal membangun Pelabuhan Gesing untuk kian menggenjot perekonomian di kawasan pesisir selatan. Terlebih nantinya Jalur Jalan Lintas Selatan akan tersambung sepenuhnya.
Untuk itu, Pemda DIY membuka lebar peluang investasi di destinasi tersebut. Terlebih di kawasan tersebut bakal ada semacam pasar ikan dan industri pengolahan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko menyatakan pembangunan Pelabuhan Gesing menggunakan konsep Tourism Fishing Port atau pelabuhan perikanan yang dimanfaatkan juga untuk wisata.
BACA JUGA: PAN DIY Gelar Rakerwil, Nama Sultan Tetap Mencuat sebagai Usulan Bakal Capres
Dengan begitu, di pelabuhan tersebut tidak sekadar dipakai nelayan mencari ikan, tetapi juga sangat memungkinkan kapal bisa disewa untuk para wisatawan guna menikmati atau mancing di tengah laut dengan SOP tertentu.
Keberadaan pelabuhan ini justru ke depan akan menambah kunjungan wisata di kawasan tersebut.
“Prinsipnya nanti akan diupayakan bagaimana wisatawan bisa naik kapal sampai ke tengah, tentunya dengan SOP yang aman. Sekarang sebenarnya sudah tetapi masih terbatas, seperti pakai motor tempel,” ucap Bayu, Rabu (27/7/2022).
Kawasan tersebut, imbuh Bayu, juga akan dikembangkan wisata kuliner ikan yang diambil secara langsung dari para nelayan lokal sekitar pelabuhan.
Selain itu keberadaan banyak kapal besar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bayu meyakini keberadaan pelabuhan berbasis wisata itu akan menjadi pengungkit perekonomian.
Untuk itu, Pemda DIY sangat terbuka jika kemungkinan ada investor yang masuk ke Pelabuhan Gesing. Karena sesuai dengan perencanaan di kawasan tersebut bakal ada semacam pasar ikan dan industri pengolahan ikan.
Dengan begitu, ikan yang keluar tidak dalam bentuk utuh, melainkan sudah diolah seperti kaleng maupun filet. “Paling tidak sudah ada nilai tambah secara lokal, jadi tidak semua dari pemerintah kami kerja sama dengan investro harapannya,” ucapnya.
Dia memastikan keberadaan pelabuhan untuk menampung kapal besar tidak membuat nelayan lokal tertinggal.
Penggunaan teknologi kapal 10 GT tersebut sudah banyak dikuasai para nelayan di Gunungkidul terutama yang sudah beroperasi di Sadeng. Selain itu ada pelatihan bagi nelayan yang belum dapat mengoperasikan kapal 10 GT.
“Pelabuhan kapal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nelayan yang dulunya masih pakai motor tempel atau perahu jukung bisa beralih ke kapal lebih besar seperti 10 GT. Supaya mereka bisa melaut lebih jauh dan dapat ikan lebih banyak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.