Jadwal Terbaru SIM Keliling Gunungkidul Mulai 1 Juli 2026, Cek Lokasi
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 1 Juli 2026 lengkap dengan lokasi layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta jadwal Satpas Polres Gunungkidul.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Protein hewani memiliki banyak kandungan yang dibutuhkan untuk asupan pencegahan stunting. Akan tetapi, persentase masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi protein masih rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga.
Pakar Gizi Profesor, Sandra Fikawati, menyatakan konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Food and Agriculture (FAO) 2017, total konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya 8%. Angka tersebut berbeda signifikan dibandingkan Malaysia dan Thailand yang tingkat konsumsi protein hewani mencapai 30% dan 24%. Padahal protein hewani sangat dibutuhkan untuk pencegahan stunting.
“Stunting menjadi masalah genting sebab memiliki dampak jangka panjang yang berkontribusi pada produktivitas ekonomi dan pertumbuhan negara. Padahal salah satu pencegahannya dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani,” katanya dalam diskusi daring bertajuk Penuhi Asupan Protein Hewani, Sambut Generasi Bebas Stunting, Rabu (3/8/2022).
BACA JUGA: 6 Warga Solo Meninggal Akibat DBD
Ia menjelaskan protein hewani, selain mengandung asam amino esensial lebih lengkap dan lebih banyak dibandingkan protein nabati, juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang beragam. Selain itu memiliki kualitas yang lebih baik untuk mendukung daya tahan tubuh manusia. Oleh karena itu, sangat penting mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani setiap harinya.
Terkait pencegahan stunting, asupan protein hewani tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak di masa pertumbuhan, namun juga harus dicukupi sejak awal di 1.000 hari pertama kehidupan yaitu sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun. “Manusia membutuhkan protein yang terdiri atas asam amino sebagai zat pembangun tubuh. Tubuh manusia membutuhkan sebanyak 20 jenis asam amino dan 9 di antaranya adalah asam amino esensial yang harus didapatkan dari makanan,” ujarnya.
Direktur Corporate Affairs Japfa, Rachmat Indrajaya, menambahkan pemenuhan asupan protein hewani tidak harus mahal. Salah satu yang paling murah adalah telur yang juga mudah didapatkan. Ia berkomitmen untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya mengonsumsi protein hewani. Terutama untuk usia anak protein hewani sangat dibutuhkan terutama masa pertumbuhan.
“Kami juga memperhatikan penerapan standard operating procedure sehingga olahan protein hewani yang dihasilkan aman, sehat dan utuh. Kami berharap, semakin banyak masyarakat terutama untuk usia anak yang mengonsumsi protein hewani sehingga terhindar dari stunting,” katanya.
BACA JUGA: Salurkan Ratusan Digester Biogas, Ganjar Ingin Jateng Berdaya Soal Energi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 1 Juli 2026 lengkap dengan lokasi layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta jadwal Satpas Polres Gunungkidul.
Program BSPS naik jadi 400 ribu unit. Pemerintah beri KUR bunga rendah dan pembiayaan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Sleman bongkar 12 bangunan ilegal di atas irigasi Ngaglik. Saluran air sempat terganggu, kini segera dipulihkan.
Lenovo luncurkan AI Student Phone tanpa game dan medsos. Fokus belajar, dilengkapi kontrol orang tua dan pelacakan GPS.
Menko Muhaimin pastikan pasien kronis tetap terlindungi JKN. Pemerintah siapkan tambahan anggaran Rp20 triliun untuk layanan kesehatan.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.