Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Asmujo Jono Irianto, menunjukkan karya dari Butet Kertaradjasa yang dipamerkan dalam Konvergensi: Pasca-Tradisionalisme, Kamis (11/8/2022)./Harian Jogja-Lugas subarkah
Harianjogja.com, BANTUL — Sebanyak 58 seniman dan enam kolektif seni memamerkan karyanya dalam Konvergensi: Pasca-Tradisionalisme di galeri R.J. Katamsi, ISI Jogja. Pameran yang digelar sebulan penuh, mulai 12 Agustus hingga 12 September tersebut sebagai peringatan 125 tahun R.J. Katamsi dan 72 tahun Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI).
R.J. Katamsi merupakan salah satu tokoh penting dalam seni rupa modern yang turut mendirikan sekaligus menjadi direktur pertama ASRI, cikal bakal ISI Jogja. Bersama sejumlah seniman lain ia meletakkan dasar-dasar sistem pendidikan tinggi seni.
BACA JUGA: Santuy....Perempuan di Bantul Ini Keluar Indekos Sambil Tuntun Motor Curian
Pameran ini dikuratori oleh tiga orang, yakni Suwarno Wisetrotomo, Asmujo Jono Irianto dan Rain Rosidi. Sejumlah seniman yang terlibat dalam pameran ini di antaranya Butet Kertaradjasa, Sirin Farid Stevy, FX Harsono, Ugo Untoro, Nasirun, Putu Sutawijaya, Heri Dono dan masih banyak lagi.
Sedangkan kolektif yang terlibat meliputi Ace House Collective, Gegerboyo, Ruang MES56, HONF, Barasub dan Lepas Kendali. Beberapa penampil dalam pembukaan pameran diantaranya Prontaxan, DJ Ayash, Trengginas dan lainnya.
Salah satu kurator, Rain Rosidi, mengatakan momentum ini bisa dijadikan sebuah refleksi bersama, sejauh mana pendidikan tinggi seni rupa mampu mewarnai seni di Indonesia sekaligus otokritik kelemahan dan kekurangan pendidikan seni rupa di Indonesia.
"Tentu saja untuk membangun dunia seni rupa kedepannya yang penuh tantangan dan dunia yang terus berubah. Membayangkan sekaligus merancang peran pendidikan seni rupa yang dinamis sesuai perkembangan zaman," katanya.
Kurator lainnya, Asmujo Jono Irianto, menuturkan konvergensi yang menjadi tema pameran ini, dalam dunia seni rupa dapat merujuk pada medan seni atau ekosistem jejaring seni rupa kontemporer global.
"Maka karya yang dipamerkan berjumlah 64 karya yang tampil dengan beragam bentuk ide dan gagasan. Tidak hanya membentuk media karya seni konvensional seperti lukisan dan patung, tapi lazim juga ditemukan karya seni yang menggunakan medium multimedia," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.