Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi polisi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL-Untuk menciptakan situasi arus lalu lintas yang aman dan lancar, Polsek Sewon, Bantul setiap pagi menggelar pos pagi, yakni penempatan sejumlah petugas di titik-titik yang dinilai rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, menjelaskan para petugas yang ditempatkan di pos pagi bertugas mengatur lalu lintas. “Bertujuan untuk terciptanya kelancaran lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Minggu (14/8/2022).
Menurutnya, kehadiran Polisi turun ke jalan sangat membantu para pengguna jalan saat memulai aktivitasnya di pagi hari. Selain mengatur lalu lintas, petugas juga membantu menyebrangkan anak-anak sekolah atau pejalan kaki lain yang memerlukan bantuan.
”Kami juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap berhati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas, serta melengkapi diri dengan kelengkapan yang sebagaimana diatur dalam aturan berkendaraan di jalan raya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI.