Top Ten News Harianjogja.com Edisi Kamis 10 September 206
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. /Harian Jogja-Desy Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menyatakan belum pernah melakukan pengujian terhadap kualitas air hujan di DIY. Selama ini pengujian hanya dilakukan pada indeks kualitas air (IKA) dan indeks kualitas udara (IKU) yang keduanya hasilnya tidak sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala DLHK DIY Kuncoro Cahyo Aji menilai penelitian Laboratorium Ekologi UAD menarik untuk ditindaklanjuti, mengingat jawatannya selama ini belum pernah melakukan pengujian serupa sehingga tidak memiliki data tersebut. Oleh karena itu ia berencana menindaklanjuti hasil penelitian tersebut, termasuk melakukan komunikasi dengan para peneliti serta melihat metodologinya. Termasuk dampak yang ditimbulkan ketika mikroplastik itu mencemari air juga perlu diketahui.
“Menurut kami ini penelitian menarik, tetapi kami perlu melihat sampelnya seperti apa, mikroplastik itu sebenarnya apa, kami upayakan bisa komunikasi dengan penelitinya. Karena kami belum pernah melakukan itu. Siapa tahu hasil penelitian tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk pengambilan kebijakan,” katanya, Senin (15/8/2022).
BACA JUGA: 7 Wilayah di Gunungkidul Ini Jadi Kantong Kemiskinan
Sebelumnya peneliti UAD Inggita Utami menyarankan ke Pemda DIY atau yang menangani masalah pencemaran lingkungan sudah seharusnya merumuskan kebijakan dari hasil temuan mikroplastik di wilayah DIY. Karena hingga saat ini, mikroplastik belum menjadi parameter yang perlu diukur dalam baku mutu lingkungan. Padahal, mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan hingga bersifat karsinogenik.
Ia menyatakan industri harus makin selektif memilih teknologi pembuangan limbah dan residu sisa produksi agar tidak mencemari lingkungan. Sampah plastik yang terus menumpuk di tempat-tempat pembuangan menjadi sumber utama pencemaran mikroplastik di kemudian hari. “Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam menekan produksi sampah plastik dengan terus melakukan 3R [reuse, reduce, dan recycle],’ ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima audiensi grup paduan suara asal Klaten, Vocalista Angel, di Ruang Kerja Bupati Klaten, Jumat (11/9/2026).
Kelok 23 Kretek-Girijati diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam operasional, kendaraan yang boleh melintas, dan aturan uji coba.