Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Dua tiang bambu terpasang untuk menyangga kabel listrik yang melintas di atas jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di Dusun Karang, Ngalang, Gedangsari yang saat ini masih dalam proses pembangunan, Jumat (19/8/2022)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di segmen Ngalang-Bobung menunai protes dari warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari. Pasalnya aktivitas ini menyebabkan sejumlah masalah mulai dari terganggunya akses warga, fasilitas listrik yang tidak memadai hingga terganggunya saluran air bersih di masayrakat.
Kepala Dusun Karang di Kalurahan Ngalang, Bardiyanto mengatakan, pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Ngalang hingga Bobung di Kapanewon Patuk menimbulkan keresahan di masyarakat. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Dusun Karang karena untuk warga di Dusun Sambeng juga mengalami hal yang sama.
“Sudah ada audiensi dengan Komisi C DPRD DIY serta melakukan peninjauan lokasi untuk melihat permasalahan di lapangan,” kata Bardiyanto kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).
Dia menjelaskan, ada beberapa permasalahan terkait dengan pembangunan jalan ini. Salah satunya warga khawatir dengan isntalasi listrik yang terpasang hanya menggunakan tiang bambu dan bukan memakai tiang khusus untuk listrik.
Bardiyanto bercerita sebelum adanya pembangunan intalasi tersebut menghubungkan sambungan dari rumah ke rumah. Namun setelah dibangun akses menjadi terputus karena ada rumah yang terdampak sehingga harus dibongkar untuk jalan.
“Sudah disambung lagi. Aliran listriknya tidak ada masalah, tapi tiangnya hanya menggunakan bambu. Ini yang menjadi kekhawatiran warga dan meminta ada tiang yang permanen,” katanya.
Menurut dia, permasalah tidak hanya berkaitan dengan tiang listrik, tapi juga berkaitan dengan saluran drainanse serta akses jalan penghubung antar dusun. Ditakutkan ketiadaan drainanse dapat menimbulkan longsor karena di sekitar lokasi ada rumah warga. Sedangkan untuk jalan penghubung antar dusun ada permintaan untuk dibuatkan jalan yang lebih layak.
BACA JUGA:
“Kami tidak menolak, tapi jangan sampai menganggu aktivitas warga yang sudah ada sejak sebelum pembangunan jalan ini,” katanya.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, sudah menerima masukan terkait dengan keluhan dari warga Ngalang berkaitan dengan dampak pembangunan jalan alternative Sleman-Gunungkidul yang masih dalam pembangunan. Menurut dia, ada komitmen untuk menyelesaikan berbagai dampak yang kurang baik ini.
Sebagai contoh untuk masalah tiang listrik dan drainase akan dibuat permanen. Hanya saja, prosesnya masih menunggu pengerjaan jalan selesai. “Tiang bambu hanya sementara. Nanti setelah jalan jadi akan koordinasi dengan PLN untuk memasang tiang yang permanen,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku untuk permasalahan akses jalan warga juga ada upaya memfasilitasi. Meski demikian, proses tak serta merta bisa diwujudkan karena butuh lahan guna membangun jalan yang lebih representatif.
“Ini masih butuh waktu, tapi untuk sementara akan dipasang rambu-rambu keselamatan. Sebenarnya kalau lahannya sudah tersedia bisa dibangun, tapi karena belum maka butuh proses,’ katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Luca Marini meninggalkan Honda HRC akhir musim 2026 dan bergabung dengan KTM Tech3 mulai MotoGP 2027 dengan kontrak hingga 2028.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.
Marco Melandri memprediksi Marc Marquez menang lima detik di MotoGP Aragon 2026. Ini alasan dan catatan Marquez di MotorLand Aragon.
8 daerah dingin di Indonesia menawarkan udara sejuk hingga 9 derajat Celsius, dari Ruteng, Mamasa, Wonosobo hingga Kota Mulia.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.