PSEL Piyungan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari, Investasi Rp3 Triliun
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
JJLS Kelok 23 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung, masyarakat belum tentu dapat langsung menggunakan jalur tersebut karena Pemerintah Daerah (Pemda) DIY masih mengkaji kesiapan operasionalnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Aris Prasena, mengatakan keputusan mengenai operasional Kelok 23 akan mempertimbangkan pembangunan lanjutan ruas Girijati-Legundi sepanjang 2,8 kilometer.
"Informasi dari Kementerian PU, untuk ruas Kretek-Girijati rencana selesai pada akhir Agustus. Terkait operasional akan diputuskan lebih lanjut dengan mempertimbangkan konstruksi jalan sepanjang 2,8 km dari Girijati ke Legundi yang rencana akan dikerjakan hingga satu tahun kedepan," ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Kelok 23 Belum Otomatis Dibuka
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan rampungnya konstruksi tidak berarti Kelok 23 dapat langsung dibuka bagi masyarakat.
Pemda DIY masih melakukan pendataan sekaligus pengamanan lahan yang berada di sekitar jalan. Langkah tersebut diperlukan sebelum jalur baru digunakan masyarakat.
"Ada lahan-lahan yang memang penguasaannya ada di kita. Jadi ini juga masih butuh inventarisasi sama pengamanan juga. Soalnya kalau sudah dibuka, kita belum mengamankan itu, nanti [risiko]," paparnya.
Ni Made mengatakan inventarisasi lahan diperkirakan tidak membutuhkan waktu lama. Pemda DIY sebelumnya telah meninjau kawasan Kelok 23 untuk melihat sejumlah lahan yang nantinya dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh Pemda.
Menurut dia, pengamanan kawasan diperlukan agar lahan di sekitar jalan baru tidak berubah fungsi atau digunakan secara sembarangan, termasuk menjadi pasar.
Pemda DIY Siapkan Lahan di Sekitar Jalan
Ni Made menjelaskan dirinya telah mengunjungi kawasan Kelok 23 pada awal tahun ketika proses pembangunan masih berlangsung. Saat itu, kunjungan dilakukan ketika Menteri Infrastruktur juga berada di lokasi.
"Saya sudah kunjungan ke sana kemarin awal-awal tahun inilah, waktu masih berproses, waktu itu waktu ada Pak Menteri Infrastruktur itu ke sana. Kami langsung meninjau yang Kelok 23 sambil kami melihat lokasi-lokasi yang nantinya akan dioptimalkan oleh Pemda sendiri untuk dipakai," jelasnya.
Pemda DIY menargetkan seluruh proses persiapan dapat diselesaikan tahun ini. Namun, Ni Made belum dapat memastikan kapan Kelok 23 mulai digunakan masyarakat.
Ia menekankan waktu pembukaan jalan sangat bergantung pada kesiapan berbagai aspek, bukan hanya penyelesaian konstruksi.
"Ya, dipakainya tuh kan tergantung juga dari kesiapan semua ya. Jadi tidak cuma jalannya beres," kata dia.
Penerangan hingga Sistem Persinyalan Harus Siap
Selain kondisi jalan, Pemda DIY juga akan memastikan berbagai fasilitas pendukung telah tersedia sebelum Kelok 23 dibuka.
Kesiapan penerangan dan sistem persinyalan menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Fasilitas pendukung lainnya juga harus dipastikan berfungsi untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Dengan demikian, meski pembangunan ruas Kretek-Girijati ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026, waktu operasional Kelok 23 masih menunggu hasil kajian dan kesiapan seluruh aspek pendukung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
The Script akan konser di Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual 21 Agustus 2026.
Realisasi belanja operasional Haji 2026 mencapai Rp17,92 triliun hingga Juli. Simak rincian penerimaan, pengeluaran, dan dampaknya.
Pemda DIY menyiapkan bantuan untuk NTT terdampak gempa, termasuk pangan, obat-obatan, donasi ASN, dan keringanan UKT mahasiswa.