2.000 Karateka Siap Berlaga di YOT 2026, Diikuti Kontingen 3 Negara
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Kenaikan harga tiket pesawat sebagai imbas peningkatan biaya bahan bakar diklaim tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Jogja.
Sampai pertengahan tahun ini, wisatawan mancanegara dan domestik ke Jogja tetap tinggi, utamanya pada akhir pekan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan, transportasi udara bukanlah satu-satunya pilihan yang digunakan oleh wisatawan ke Jogja. Banyak moda transportasi alternatif yang dimanfaatkan oleh wisatawan, seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur.
"Harga tiket memang melambung tinggi, tapi Kota Jogja jumlah wisatawannya belum terpengaruh. Karena banyak juga yang masuk lewat jalur darat atau road trip, mereka memanfaatkan tol trans Jawa masuk ke Jogja, ada juga, paket wisata naik mobil pribadi atau bus sehingga wisatawannya tidak banyak berpengaruh," kata Wahyu, Minggu (21/8/2022).
Menurut Wahyu, secara geografis karakteristik Jogja cukup berbeda dengan daerah wisata lain. Ia mencontohkan, Bali yang kurang memungkinkan dikunjungi melalui perjalanan darat.
Hal ini terbukti, sampai dengan Juli lalu, sebanyak 3,9 juta wisatawan domestik dan mancanegara telah berkunjung ke Jogja. Jumlah ini diperoleh dari catatan keterisian kamar di sejumlah hotel.
"Itu belum termasuk dari yang hanya one day trip. Jadi jumlahnya mungkin bisa mencapai dua atau tiga kali lipat dari pada angka itu," jelasnya.
Untuk puncak kunjungan wisatawan di Jogja, tahun ini diyakini terjadi pada masa Lebaran dan musim libur murid sekolah beberapa waktu lalu. Geliat wisatawan mancanegara juga sudah terlihat sejak Agustus ini. Sejumlah kampung yang kerap ditinggali wisatwan asing, mulai kembali ramai seperti Prawirotaman dan Sosromenduran.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 142 Tahun 2022 yang berlaku pada 4 Agustus 2022. Aturan itu memperbolehkan maskapai menaikkan harga tiketnya maksimal 15% dari tarif batas atas (TBA) untuk pesawat jenis jet dan maksimal 25% dari TBA untuk pesawat jenis propeller.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo berharap agar peningkatan tiket pesawat tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Jogja. Ia menyebut, wisatawan kini bisa memanfaatkan berbagai moda transportasi lain seperti kereta api dan mobil pribadi jika tarif pesawat dinilai tinggi.
"Sejauh ini belum terdampak memang, dilaporkan dari YIA juga masih cukup ramai akhir pekan ini," jelas dia.
Sampai saat ini, Dispar DIY juga masih menunggu dibukanya penerbangan Singapura-Jogja melalui Bandara YIA untuk menambah rute wisatawan untuk datang ke Jogja khususnya wisatawan mancanegara. Sebab saat ini penerbangan internasional yang dibuka hanya Kuala Lumpur menuju Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.