Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ilustrasi skrining Covid-19./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kasus Corona di Gunungkidul terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Dinas Kesehatan mengklaim kenaikan tidak lepas adanya skrining di lingkungan sekolah.
Padahal skrining itu dilakukan dengan cara sampling.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irwaty mengatakan pelaksanaan tes Covid-19 di sekolah mulai berdampak terhadap naiknya kasus Corona di Bumi Handayani.
Total hingga sekarang ada 42 kasus aktif, 20 kasus di antaranya berasal dari skrining di lingkungan belajar.
“Memang ada peningkatan dan salah satunya karena skrining di sekolah,” kata Dewi, Rabu (24/8/2022).
Menurut dia, skrining di sekolah masih berlangsung hingga 31 Agustus mendatang.
Meski demikian, tidak semua murid akan dites karena pelaksanaan dengan model pengambilan sampel dari 10% sekolah di Gunungkidul dan di setiap sekolahnya juga hanya diambil sampel sebanyak 10%.
“Jadi masih bisa bertambah karena tes di sekolah masih berlangsung,” katanya.
Disinggung mengenai penyebaran virus corona di Gunungkidul, Dewi mengakui pada Rabu ada penambahan sebanyak enam kasus baru.
Jumlah ini terdiri dari lima kasus dari skrening di sekolah dan satu kasus berasal dari riwayat suspek.
Total hingga sekarang warga Gunungkidul yang terinfeksi Corona sebanyak 22.805 orang.
Pasien yang dinyatakan sembuh ada 21.584 orang, masih menjalani perawatan 42 kasus serta yang meninggal dunia sebanyak 1.179 orang.
“Pandemi belum sepenuhnya hilang. Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Realisasi pajak daerah Sleman mencapai Rp618 miliar pada Semester I 2026. Pemkab juga memberikan penghargaan kepada 163 wajib pajak teladan
KPK resmi menahan mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Disnaker Sleman mencatat 443 pencari kerja pada Semester I 2026. Lulusan SMA mendominasi, sementara 324 tenaga kerja telah ditempatkan.
Pamong kalurahan di Bantul didorong memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produk desa agar rantai distribusi lebih pendek dan pendapatan meningkat.
Sharp Indonesia melaksanakan seremoni penanaman 600 pohon endemik rasamala (Altingia excelsa) di kawasan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa