RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial DPD PKS Bantul, Novita Asmawati, memberikan santunan pada anak yatim di kantor DPD PKS Bantul, Minggu (28/8/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul meluncurkan Pusat Pelayanan Rakyat (Puspera).
Peluncuran program Puspera yang diselenggarakan di kantor DPD PKS, Minggu (28/8/2022) tersebut dihadiri sejumlah pengurus DPD PKS Bantul, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul dari Fraksi PKS, dan lurah Kalurahan Ringinharjo. Selain peluncuran dan pengukuhan sukarelawan Puspera, juga dilakukan santunan kepada 30 anak yatim yang ada di 17 kapanewon.
Ketua DPD PKS Bantul, Agung Laksmono menyampaikan bahwa salah satu tanggung jawab konstitusi yang tercantum dalah UUD 45 ialah kepedulian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
BACA JUGA: Atraksi Warisan Budaya Tak Benda di Lapangan Trirenggo Jadi Hiburan Masyarakat
Dalam konteks kedaerahan bisa diartikan rakyat Bantul. Dari masyarakat Bantul yang sangat layak untuk mendapatkan perhatian ialah anak-anak yatim.
Mereka atau anak yatim memiliki masa depan yang patut untuk didukung. Ia juga mengjak kepada masyarakat umum untuk lebih mengasah kepedulian sosialnya.
“Tentu ini sejalan dengan visi Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Kita diperintahkan untuk berbuat baik, berkasih sayang kepada orang- orang miskin, orang-orang yang terlantar dan anak- anak yatim,” ujarnya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (28/8/2022).
Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) DPD PKS Bantul, Novita Asmawati, mengatakan puspera merupakan program amanat dari Kesos DPP PKS yang diturunkan di masing-masing wilayah dan daerah. “Adanya Puspera bertujuan agar pelayanan PKS terhadap rakyat semakin optimal, tertata dan terarah,” katanya.
Beberapa program Puspera yang sudah mulai berjalan dan siap untuk dijalankan oleh Puspera Bantul, yakni layanan bidang kesehatan berupa konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis secara online dengan adanya dukungan dokter umum dan dokter gigi, pemanfaatan ambulance gratis, layanan psikologi, layanan konselor keluarga, dan layanan pendidikan dengan adanya program rumah pintar di beberapa kapanewon.
Novita berharap dengan adanya sukarelawan Puspera dari 17 kapanewon di Bantul bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat, sigap dan tepat bagi rakyat Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.