Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Maulana Surya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pemuda dan Olahraga menginisiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) Gunungkidul 2022. Ajang ini diikuti 18 pondok pesantren, dengan total jumlah atlet sebanyak 350 santri.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk pengembangan olahraga di Bumi Handayani. Hal ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki dinas pemuda dan olahraga.
Meski demikian, sambung Supri, fokus lebih di tingkat pembinaan karena untuk atlet profesional sudah berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Untuk pembibitan dan pembinaan dilaksanakan dengan menggelar ajang keolahragaan yang melibatkan sekolah atau pondok pesantren. “Tahun ini kami menyelenggarakan pekan olahraga santri dalam kegiatan pospeda,” kata Supri kepada wartawan di sela-sela pembukaan Pospeda 2022 di Gedung Kesenian Baleharjo, Senin (29/8/2022).
Dia menjelaskan, ada 18 pondok pesantren yang berpartisipasi dalam ajang ini. total atltet yang berlaga sebanyak 350 santri dari berbagai penjuru wilayah Gunungkidul.
BACA JUGA: Sukarelawan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 di Jogja Mulai Gerilya
Rencananya pekan olahraga santri berlangsung selama empat hari mulai 29-31 Agustus. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bulutangkis, voli, tenis meja, atletik, pencaksilat. “Satunya olahraga tradisional gobak sodor. Masing-masing cabor baik putra dan putri akan diambil tiga terbaik untuk mendapatkan trophi hingga uang pembinaan,” kata Supri lagi.
Dia memastikan pekan olahraga santri akan menjadi kegiatan rutin milik Pemkab Gunungkidul. “Ini baru awal-awal dan ke depannya cabor yang dipertandingkan bisa terus ditambah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi penyeleggaraan Pospeda 2022. Menurut dia, even ini merupakan wujud kebersamaan pensatren serta sebagai upaya mencari santri berprestasi di tingkat kabupaten.
“Para santri harus bertransformasi. Sekarang tidak hanya belajar tentang agama, tapi pengetahuan dan teknologi wajib dikembangkan, termasuk untuk urusan keolahragaan,” katanya.
Sunaryanta berharap seluruh pesantren di Gunungkidul dapat berpartisipasi di pospeda. Pasalnya, pospeda tidak hanya sebatas menjalin silahrutahmi, namun juga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Tentunya saya berharap dengan ajang pospeda bisa memuculkan atlet-atlet berprestasi dari kalangan santri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.