Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Tersangka pembunuh suporter PSS Sleman beserta barang bukti ditunjukkan polisi kepada awak media di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN — Korban meninggal dunia akibat penganiayaan antarsuporter sepak bola masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Terbaru, seorang suporter PSS Sleman meninggal akibat dikeroyok seusai nonton pertandingan bola antara PSS Sleman versus Persebaya Surabaya.
Psikolog Forensik sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Koentjoro mengatakan jiwa masa lebih mudah tersulut berbuat kerusuhan. Akan menjadi-jadi saat identitas pribadi tidak diketahui.
"Kalau malam hari identitas pribadi tidak diketahui, karena gelap sehingga kebrutalan semakin menjadi-jadi," ucapnya saat dihubungi, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Tanah Sitaan KPK Dipakai Warga Mantrijeron, Lurah: Semoga Bisa Segera Dimiliki Negara
Saat penganiayaan dilakukan bersama-sama, maka rasa tanggung jawab secara individu akan hilang, yang ada individu bagian dari kelompok. Dia menyarankan agar suporter ini dikenalkan dengan perilaku massa dan pencegahannya agar tidak terjadi tindak penganiayaan.
"Jangan semua diserahkan ke polisi. Misalnya undang psikolog kenalkan tentang perilaku massa. Bagaimana mencegah sehingga mereka punya pengetahuan sendiri," jelasnya.
Sementara itu, Sosiolog Kriminalitas Dosen Purna UGM, Soeprapto menjelaskan berdasarkan teori perilaku kolektif di mana dalam situasi keramaian terdiri atas sejumlah masa cenderung terjadi tindakan spontan.
"Tanpa mengkonfirmasi siapa benar siapa salah. Pokoknya right or wrong my friend, meskipun rasa ikut memiliki itu terjadi baru di saat itu, seolah ada kewajiban solider," ungkapnya.
Menurutnya teori kerumunan dalam situasi berkerumun daya pikir rasional seseorang melemah. Dalam tindakan pengeroyokan, bisa diartikan pukul dulu risiko belakangan.
Untuk keluar dari kasus penganiayaan yang terus berulang seperti ini diperlukan kerja sama antara pemerintah, kelompok suporter, serta klub sepakbola. Agar para suporter punya kartu identitas pengenal, sehingga kehadirannya tidak liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest