Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO—Percepatan vaksinasi booster di Kulonprogo bakal digenjot tanpa pergerakan massal. Sebaliknya, petugas vaksin yang akan datang ke pelosok-pelosok untuk mendatangi dan memvaksin warga.
Pj. Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana, menjelaskan percepatan vaksinasi booster di Kulonprogo terkendala oleh kecenderungan umum masyarakat yang merasa bahwa dirinya cukup kuat dan sehat untuk tidak terserang virus Covid-19. Hal ini menurut Tri menyebabkan minat vaksinasi booster menjadi berkurang.
Kendati demikian, upaya percepatan vaksinasi booster di Kulonprogo akan dilakukan dengan tidak mengundang mobilitas warga yang masif ke lokasi vaksin. Sebaliknya, skema percepatan vaksin akan masuk ke pelosok-pelosok, ke desa-desa, ditawarkan kepada warga agar berminat mau vaksin.
"Ke pelosok-pelosok kami sampaikan, monggo siapa yang ingin vaksin silahkan. Tapi tentu gambaran dikumpulkan di suatu tempat, massal gitu sudah tidak bisa dilakukan lagi sekarang," katanya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Siap Hadapi Kekeringan, Segini Anggaran yang Disiapkan BPBD Kulonprogo
Lebih lanjut, Tri menegaskan bila waktu empat bulan untuk percepatan vaksinasi akan dikejar. Namun tidak melalui mobilisasi masal melainkan petugas vaksin yang datang ke lokasi warga.
"Tetep kami kejar itu, tapi tentu saja kami tidak akan memaksa-maksa dalam pengertian mobilisasi yang luar biasa dijemput dari rumah dan lain sebagainya, kami saja yang datang. Ketika ada keluarga yang memang perlu vaksinasi, kami tidak akan tarik ke tempat tertentu tapi silahkan informasikan nanti petugas vaksinnya yang datang ke rumah yang bersangkutan saja," tegasnya.
Perihal pola pikir masyarakat tidak perlu vaksin booster lantaran tidak kemana-mana, Tri justru punya pandangan lain. Meski warga pedesaan tidak pergi kemana-mana, namun warga tidak bisa membendung kedatangan warga dari luar daerah Kulonprogo. Oleh karenanya proteksi diri perlu dilakukan dengan vaksinasi booster.
"Tapi kan harus tetap kami pahami, anda tidak pergi, tapi apa bisa nolak tamu dari luar masuk. Itu yang harus kita pahamkan," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulonprogo, hingga Minggu (28/8/2022) capaian vaksinasi booster dari semua kalangan di Kulonprogo baru mencapai 111.957 sasaran dari 378.957 sasaran yang ada. Capaian itu baru setara 29,60 persen, masih jauh dari separuh sasaran.
Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati, menuturkan bila diterapkannya vaksinasi booster menjadi syarat perjalanan belum berpengaruh terhadap capaian vaksinasi booster di Kulonprogo. Dia menyebut sampai saat ini animo vaksin booster di faskes masih terhitung sama saja.
BACA JUGA: Judi Togel di Lendah Digulung Polres Kulonprogo
Lebih lanjut, Rina menuturkan meski menjadi syarat perjalanan, banyak warga yang merasa tidak punya rencana keluar daerah. Sehingga mereka merasa belum perlu melakukan vaksinasi booster. "Ya salah satunya seperti itu. Karena mereka beranggapan tidak kemana-mana juga," jelasnya.
Padahal menurut Rina, Kulonprogo kini justru menjadi sasaran kedatangan orang luar daerah. Oleh karenanya, baik orang yang datang ataupu pergi seharusnya semua warga terlindungi dengan vaksinasi booster.
"Ini yang masyarakat belum semuanya memahami. Mereka masih beranggapan vaksin itu hanya sebagai syarat berpergian. Kemudian juga merasa kasusnya sudah sedikit enggak divaksin juga enggak apa-apa, sekarang kalau sakit juga ringan enggak sampai mondok, ada kaya gitu juga masyarakat," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.