Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pantai Samas, Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Anggaran belanja Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk tahun depan direncanakan Rp19,9 miliar. Besaran anggaran tersebut menurut Komisi B DPRD Bantul yang membidangi pariwisata masih terlalu kecil, mengingat pariwisata adalah salah satu sektor unggulan pembangunan selain pertanian dan industri seperti yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2023 mendatang.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan anggaran belanja Rp19,9 miliar itu meningkat dibanding anggaran belanja tahun ini yang sebesar Rp17,5 miliar.
Anggaran tersebut sebagian besar untuk pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung wisata Rp8 miliar, gaji pegawai Rp6 miliar. Selebihnya untuk peningkatan kapasitas pengelola destinasi wisata serta promosi wisata.
BACA JUGA: Bernostalgia dengan Kipo hingga Sate Kere di Pasar Lawas Mataram
Sekretaris Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto mengakui belum ada yang istimewa untuk kegiatan maupun penganggaran 2023 di Dinas Pariwisata.
Untuk itu, dia menyayangkan. Pasalnya, pariwisata merupakan salah satu sektor dari tiga sektor unggulan pembangunan di Bantul 2023 mendatang.
Pembahasan anggaran yang dilakukan saat ini hanya kegiatan rutinitas tahunan yang tidak ada gebrakan sama sekali. Seharusnya, kata dia, jika ingin menjadikan pariwisata jadi sektor unggulan pembangunan sudah harus ada pembahasan anggaran di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang menjadi perioritas.
Dalam rapat, pihaknya sempat menanyakan kepada Kepala Dinas Pariwisata Bantul. "Jawabannya, tidak ada penambahan plafon anggaran lain. Tidak ada yang istimewa untuk kegiatan pariwisata 2023. Kecuali menjalankan program rutinitas,” ucap Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.