Advertisement

Penataan Kawasan Pantai Selatan Tunggu Desain dari UGM

Ujang Hasanudin
Kamis, 25 Agustus 2022 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Penataan Kawasan Pantai Selatan Tunggu Desain dari UGM Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi, Jumat (30/1/2020)-Harian Jogja - Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Bantul memastikan rencana penataan kawasan wisata pantai selatan (Pansela) tetap berlanjut. Saat ini pihaknya masih menunggu desain penataan yang sedang digarap oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan pihaknya sudah beberapa kali meninjau kawasan pansela terkait penataan bersama tim UGM. Kemungkinan besar penataan akan dimulai dari Pantai Depok yang sempat mengalami abrasi beberapa kali. Namun setelah itu sepanjang kawasan pansela juga akan ditata.

“Rencananya bulan depan desain sudah selesai,” kata Kwintarto, saat ditemui Kamis (25/8/2022). Menurutnya jika desain sudah selesai maka akan dipresentasikan terlebih dulu kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Jika Ngarso Dalem setuju [dengan desainnya] maka dari Pemda DIY dan Pemerintah Kabupaten akan langsung menindaklanjutinya. Tahap awal akan dierioritaskan Pantai Depok, tapi Parangkusumo dan Parangtritis juga sudah diminta untuk menyiapkan dokumen desainnya,” paparnya.

Menurut Kwintarto, Sultan sudah menyampaikan dalam beberapa kesempatan bahwa kawasan pansela harus dibuat lebih aman, nyaman, dan keindahannya terjaga untuk wisatawan. Jika ada bangunan yang mepet sampai dekat pantai, kata dia, tentu kurang nyaman bagi wisatawan karena wisatawan ke pantai ingin melihat pantai dan lautnya.

Baca juga: Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah

Jika ada bangunan sekitar pantai menjadi tidak nyaman bagi wisatawan dan bagi warga pemilik bangunan atau usaha sekitar pantai juga tidak aman karena sewaktu-waktu bakal terkena abrasi. Paling tidak sesuai ketentuan dan sudah disampaikan oleh Sultan jarak 100 meter dari ombak tertinggi tidak ada bangunan apapun.

Pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan pada masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang pansela. Hanya masyarakat minta kepastian agar bisa tetap berusaha dan mencari mata pencaharian dari sektor wisata sekitar pantai.

Salah satu solusinya, kata dia, adalah relokasi. “Kalau terpaksa harus direlokasi beberapa bangunan harus disiapkan lahan penggantinya. Lahan penggantinya dimana? Ini masih proses, masih dalam penyusunan desain,” ujarnya. Namun demikian Kwintarto memastikan tahun ini belum ada relokasi.

Advertisement

Sebelumnya Kwintarto mengatakan banyak pilihan lokasi relokasi bagi pelaku usaha yang sudah disiapkan, salah satunya adalah di bagian barat Parangtritis atau sekitar Parangkusumo. Kawasan tersebut saat ini terus digunakan sebagai ajang atraksi wisata seperti festival layang-layang, festival kuliner, dan berbagai kegiatan yang dapat menarik wisatawan.

Termpat tersebut diakuinya memang masih belum menjadi daya pikat seperti Parangtritis dan Depok sehingga pelaku usaha belum terlalu bersemangat untuk berjualan disitu. Namun dengan penataan yang dilakukan nanti, Kwintarto meyakini kawasan itu akan ramai.

Ia menyatakan pelaku usaha yang selama ini sudah lama berjualan di Parangtritis harus lebih hidup ketika direlokasi nanti, bukan sebaliknya. Kwintarto tidak ingin asal merelokasi. Namun ketika saatnya nanti waktu penataan tiba dipastikan masyarakat sudah siap. “Kami sudah wanti-wanti sejak awal saanya nanti ditata masyarakat sudah siap untuk hijrah tidak merasa dipaksa,” tandas Kwintarto.

Advertisement

Sementara itu Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Parangtritis, Tri Waldiana mengatakan sosialisasi terus dilakukan kepada masing-masing pelaku usaha sektor pariwisata di sepanjang pantai sekaligus memberikan ancaman bahwa bagi diri sendiri dan orang lain ketika mendirikan usaha di bibir pantai.

Menurut dia, pelaku usaha pada dasarnya tidak menolak untuk direlokasi selama lokasi relokasi tersebut masih di sekitar pantai, namun ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Bantul seperti apa penataan yang akan dilakukan karena sampai saat ini belum jelas sehingga warga juga masih belum mau pindah.

“[Keberatan warga] dikhawatirkan relokasi tidak sesuai harapan. Tapi apapun itu tergantung kebijakan Pemkab seperti apa nanti kita tunggu, demi kebaikan bersama,” ujar Tri Waldiana. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement