Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mengecek produksi oksigen RSUD Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Kapasitas produksi oksigen RSUD Wonosari berlimpah. Itulah yang menyebabkan pengelola RS tersebut bakal menjual produksi oksigen yang mereka miliki kepada umum.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan kapasitas produksi oksigen rumah sakitnya saat ini memang berlebih karena baru saja mendapatkan bantuan alat dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
“Sebelum penambahan, kapasitas produksi oksigen sebanyak 240 liter per menit, tapi setelah ditambah menjadi 540 liter per detik,” katanya, Kamis (1/9/2022).
Menurut dia, kapasitas produksi masih bertambah karena mendapatkan bantuan alat produksi oksigen dari Kadin.
Bantuan ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 250 liter per detik. “Jadi dengan semua alat yang dimilik total bisa memproduksi oksigen hampir mencapai 800 liter per detik,” katanya.
Dengan jumlah tersebut, cadangan oksigen yang dimiliki sangat melimpah. Untuk prosesnya juga mudah karena dengan cara menangkap udara di alam bebas kemudian diproses menjadi oksigen.
Ke depannya, surplus ini dipaasarkan ke masyarakat yang membutuhkan oksigen. Hal tersebut bukan masalah karena status RSUD yang merupakan Badan Layanan Usaha Daerah sehingga produk yang dihasilkan bisa dipasarkan ke masyarakat.
Meski demikian, Heru menggarisbawahi bahwa komersialisasi oksigen yang diproduksi hanya menggunakan alat-alat yang melalui pengadaan sendiri. Adapun bantuan dari Kadin dikhususkan untuk menyuplai kebutuhan pasien yang dirawat di RSUD.
“Makanya diletakkan terpisah. Bantuan dari Kadin kami letakkan di dalam sehingga penyaluran untuk kebutuhan internal,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berterima kasih kepada Kadin yang telah memberikan bantuan alat produksi oksigen secara mandiri.
Dia berharap alat-alat yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Wonosari. “Jangan lupa dirawat agar mesin berfungsi secara baik,” katanya.
Dia menambahkan, bantuan alat dari Kadin memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 liter per jam. Jumlah ini dirasa akan membantu dalam upaya penyediaan oksigen ke para pasien yang membutuhkan.
“RSUD sudah punya alat sendiri, tapi dengan bantuan ini maka jumlah stok yang dimiliki bisa lebih banyak sehingga tidak ada kekhwatiran mengalami kekurangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.