Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mengecek produksi oksigen RSUD Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Kapasitas produksi oksigen RSUD Wonosari berlimpah. Itulah yang menyebabkan pengelola RS tersebut bakal menjual produksi oksigen yang mereka miliki kepada umum.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan kapasitas produksi oksigen rumah sakitnya saat ini memang berlebih karena baru saja mendapatkan bantuan alat dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
“Sebelum penambahan, kapasitas produksi oksigen sebanyak 240 liter per menit, tapi setelah ditambah menjadi 540 liter per detik,” katanya, Kamis (1/9/2022).
Menurut dia, kapasitas produksi masih bertambah karena mendapatkan bantuan alat produksi oksigen dari Kadin.
Bantuan ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 250 liter per detik. “Jadi dengan semua alat yang dimilik total bisa memproduksi oksigen hampir mencapai 800 liter per detik,” katanya.
Dengan jumlah tersebut, cadangan oksigen yang dimiliki sangat melimpah. Untuk prosesnya juga mudah karena dengan cara menangkap udara di alam bebas kemudian diproses menjadi oksigen.
Ke depannya, surplus ini dipaasarkan ke masyarakat yang membutuhkan oksigen. Hal tersebut bukan masalah karena status RSUD yang merupakan Badan Layanan Usaha Daerah sehingga produk yang dihasilkan bisa dipasarkan ke masyarakat.
Meski demikian, Heru menggarisbawahi bahwa komersialisasi oksigen yang diproduksi hanya menggunakan alat-alat yang melalui pengadaan sendiri. Adapun bantuan dari Kadin dikhususkan untuk menyuplai kebutuhan pasien yang dirawat di RSUD.
“Makanya diletakkan terpisah. Bantuan dari Kadin kami letakkan di dalam sehingga penyaluran untuk kebutuhan internal,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berterima kasih kepada Kadin yang telah memberikan bantuan alat produksi oksigen secara mandiri.
Dia berharap alat-alat yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Wonosari. “Jangan lupa dirawat agar mesin berfungsi secara baik,” katanya.
Dia menambahkan, bantuan alat dari Kadin memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 liter per jam. Jumlah ini dirasa akan membantu dalam upaya penyediaan oksigen ke para pasien yang membutuhkan.
“RSUD sudah punya alat sendiri, tapi dengan bantuan ini maka jumlah stok yang dimiliki bisa lebih banyak sehingga tidak ada kekhwatiran mengalami kekurangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.