Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Komunitas Kopi Nusantara bekerja sama dengan Media Link kembali menggelar Jogja Coffee Week #2, di Jogja Expo Centre (JEC), 2-6 September 2022. Kegiatan ini bertujuan menguatkan geliat ekonomi di sektor kopi pasca pandemi.
Mengusung tajuk Indonesia Coffee Showcase, kegiatan ini bertujuan menjadi wadah pengembangan usaha kopi mulai level pelaku di hulu, tengah hingga puncaknya di sisi hilir untuk dapat sama-sama menjadi ajang perjumpaan antar pelaku dengan pasar.
Ketua Panitia Jogja Coffee Week #2 dan Direktur Medialink, Rahadi Saptata Abra, menjelaskan ada sebanyak 167 pegiat kopi yang terdiri dari petani, prosesor, roastery, coffee shop, penyedia peralatan dan perkakas pendukung horeka, bahan baku dan aneka produk turunan kopi terlibat dalam gelaran ini.
“Kegiatan ini tentu menjadi wadah promosi dari pemulia di hulu, UMKM, hingga perusahaan besar pemilik merk-merk terkenal dengan segala turunannya baik dari sisi hulu, tengah dan puncaknya di sisi hilir,” ujarnya, Jumat (2/9/2022).
Selain pameran, kompetisi menjadi agenda utama dalam gelaran ini, meliputi Jogja Coffee Week (JCW) Brewers Cup Championship, JCW Cup Taster Championship sebanyak, JCW Latte Art Throw Down. Juri didatangkan dari berbagai kota besar dengan menggunakan standar kompetisi yang telah ditetapkan oleh Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI -SCAI).
Sejumlah workshop juga digelar, diantaranya Wokshop Sensory Dasar, Workshop Barista & Hospitality, Workshop Latte Art,Workshop Brewers, Workshop Roastery, serta Workshop Mixology yang diampu oleh para expertist champion nasional dan internasional.
“Jogja jumlah kedainya terpadat di Indonesia, dibanding jumlah penduduknya. Itu belum dihitung angkringan sebagai kedai. Angkringan di Jogja ada 6.000, sedangkan kedai kalau enggak salah ada 3.000. Meski cuma punya dua kopi, Menoreh dan Merapi, tapi faktanya kedainya terbanyak. Jadi layak Jogja jadi kota kopinya Indonesia,” ungkapnya.
Meski bukan budaya asli Jogja, namun saat ini kopi sudah menjadi kultur yang menyatu dengan masyarakat. Istilah ngopi menurutnya sudah menjadi semacam meeting point informal bagi masyarakat Jogja.
BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Sleman Tewaskan 3 Orang, Begini Pengakuan Anak Korban
Pada puncak acara, selain penyerahan hadiah bagi para pemenang di berbagai kompetisi, akan diselenggarakan lelang green bean dari 45 wilayah dari masing-masing kategori Arabika Robusta yang dikompetisikan, lelang berbagai coffee tools & equipment, serta apparel produk life style.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, secara daring mengatakan kopi Indonesia terus mengalami kemajuan pesat. Kepopuleran kopi Indonesia semakin meningkat dan diminati masyarakat lokal maupun internasional.
“Kopi berperan penting pada kegiatan perekonomian di Indonesia. Saya mengapresiasi beragam brand kopi lokal yang berhasil menguasai pasar dalam negeri dan luar negeri. Jogja Coffee Week #2 saya harap mampu menjadi DIY sebagai pusat sangria, wisata dan produk turunan dalam peta industri kopi tanah air,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw
Veda Ega Pratama finis kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi 20 dan tetap bertahan di lima besar klasemen.
Jangan sembarangan membagikan data pribadi ke chatbot AI. Ini 7 informasi sensitif yang sebaiknya tidak pernah dimasukkan ke AI.
Calvin Verdonk resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions setelah Lille lolos ke fase grup musim depan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru periode 2026–2031, sekaligus memperkuat arah gerakan kepemudaan di Jogja