Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Warga mengikuti skrining TBC yang digelar di Kantor Kapanewon Ngemplak, Senin (5//9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir membuat kegiatan penemuan aktif atau skrining kasus TBC terkendala. Jumlah temuan selama 2021 dianggap belum memenuhi target nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan selama 2021 temuan kasus TBC hanya sebanyak 983 kasus, jauh lebih rendah dari target nasional yakni 2.546 kasus. “Tahun 2020-2021 temuan kasus menurun karena pengaruh pandemi Covid-19 yang menyebabkan kegiatan aktif untuk menemukan kasus TBC terkendala,” ujarnya, Senin (5/9/2022).
Sementara itu, kasus TBC kebal obat yang ditemukan pada tahun 2021 sebanyak 22 kasus, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Risiko dari TBC kebal obat yakni penyembuhannya akan lama dan cukup banyak yang harus dikonsumsi.
“Kalau kebal obat karena tidak teratur dalam berobat, yang kami takutkan kalau dia menulari keluarga atau masyarakat lain akan kebal obat juga. Itu butuh biaya mahal. Maka sebelum menjadi kebal obat harus ditemukan, diobati, insyaallah sembuh dan tidak kebal obat,” katanya.
Baca juga: Siapa Jadi Panglima TNI Pengganti Andika Perkasa? Ini 3 Calon Paling Masuk Akal
Untuk menekan penyakit TBC, Pemkab Sleman bekerja sama dengan proyek ZeroTB Yogyakarta. Menggunakan Mobil Health, petugas akan berkeliling di setiap kapanewon untuk skrining pasien TBC, khususnya dari keluarga dan kontak terdekat kasus TBC.
Mobil akan berada di puskesmas-puskesmas, sedangkan kontak pasien TBC akan dicari oleh kader kesehatan di setiap wilayah. Dengan program ini, ditargetkan 50% TBC dapat berkurang dalam waktu lima tahun. “Sehingga pada 2030 kita bisa eliminasi TBC di Sleman,” ungkapnya.
Direktur ZoroTB Yogyakarta, Rina Triasih, menuturkan program ini telah dimulai pada 2020 di Kulonprogo, Kota Jogja dan kini berlanjut di Sleman. Program ini bertujuan untuk menurunkan kasus TBC di DIY dengan melibatkan multi sektor.
“Skrining diprioritaskan pada populasi dengan risiko tinggi seperti pemukiman padat, daerah dengan sanitasi buruk, serta masyarakat dengan komorbid. Skrining dikemas dalam satu rangkaian skrining kesehatan lain seperti posbindu penyakit tidak menular, skrining gangguan mental emosional, konseling dan tes HIV,” katanya.
Di samping itu, ia juga mendorong masyarakat untuk aktif melakukan upaya pencegahan TBC. “Jadi orang yang kontak serumah dengan pasien TBC harus diperiksa apakah sakit TBC atau tidak, kalau dia sakit mereka harus minum obat pencegahan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau