6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Salah satu aktivitas peserta Wellness Famtrip Package 2022/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Wellness Famtrip Package 2022 yang digelar selama tiga hari sejak Rabu-Jumat (7-9/9/2022) berlangsung meriah. Dalam kegiatan ini, peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata mulai Candi Prambanan hingga Omah Gamelan.
Dewan Penasehat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, Udi Sudiyanto mengatakan meski bukan famtrip pertama yang digelar para pelaku wisata baik dari Asita, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di wilayah DIY, namun kegiatan Wellness Famtrip Package 2022 yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mampu memberikan inspirasi baru.
"Ada pemikiran untuk pengembangan Wellness Famtrip ini di DIY. Ini cukup bagus. Ini jadi sebuah potensi bagi kami. Tidak hanya mengenalkan sesuatu [wisata] bersifat lokal tetapi juga masalah kebugaran," katanya seusai mengikuti kegiatan Wellness Famtrip Package 2022, Jumat.
BACA JUGA: Wamenkumham Sebut Hanya 0,01% Kasus Kekerasan Perempuan yang Tuntas
Menurut Udi, perlu dilakukan pemetaan sebelum menawarkan Wellness Tourism tersebut kepada wisatawan. Misalnya untuk rute perlu diperbaiki sesuai dengan masing-masing market baik market Eropa maupun Asia perlu disesuaikan. Termasuk pemilihan venue yang akan ditawarkan perlu diperhatikan kembali.
"Selain itu perlu ada pendalaman product knowledge agar para pemandu dan pemrakarsa nantinya juga tidak bingung saat menawarkan wellness tourism tersebut kepada wisatawan. Sebab di Jogja banyak sekali potensi wellness tourism," katanya.
Dia berharap tahun depan wellness tourism bisa mulai ditawarkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara sesuai market dan budget yang disediakan. "Bagusnya lagi, wellness tourism ini perlu dikombinasikan dengan kuliner yang sehat, menitiktekankan pada alam dan kebudayaan. Oleh karena itu, semuanya masih perlu disiapkan dengan baik sebelum ditawarkan kepada wisatawan," katanya.
Koordinator Wellness Famtrip Package 2022, Maria Inawati mengatakan dalam kegiatan Wellness Famtrip Package 2022 hari pertama, peserta mengunjungi Candi Prambanan untuk mengikuti kegiatan yoga. "Sesuai temanya, wellness famtrip maka peserta mengunjungi destinasi wisata dengan melakukan aktivitas kesehatan," katanya.
Usai mengikuti olahraga Yoga, peserta melanjutkan perjalan ke Kelompok Budi Daya Madu Lanceng, Nglipar, Gunungkidul. Di peternakan ini, peserta diberi pengetahuan terkait jenis, proses hingga produksi peternakan lebah. "Para peserta diharapkan memahami manfaat madu yang dihasilkan dari lebah," katanya.
Perjalanan terakhir di hari pertama, kata Maria, peserta berlabuh di destinasi Seribu Batu Glamping untuk melakukan trekking ke Puncak Songgolangit di kawasan Hutan Pinus Nganjir, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul. "Malam harinya, kami gelar diskusi terkait dengan perjalanan pada hari pertama," katanya.
Di hari kedua, peserta akan mengunjungi Ratu Boko untuk mengetahui sejarah dan bermeditasi di sana sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri destinasi lava tour di lereng Gunung Merapi kemudian menginap di Omah Kecebong. Di Omah Kecebong peserta makan malam menggunakan pakaian adat Jawa.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti kegiatan jemparingan (memanah) dan mengunjungi home industry pembuatan jamu tradisional sebelum mengunjungi Omah Gamelan di Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. "Ini kegiatan awal yang kami laksanakan untuk mendorong para travel agent untuk terus melakukan inovasi produk," katanya.
Menurut Direktur Sweety Tour ini, wellness famtrip tidak hanya disukai pasar domestik tetapi juga dicari oleh wisatawan mancanegara. Dengan penambahan paket wisata tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke DIY.
"Jadi teman-teman travel agent harus terus berinovasi agar calon wisatawan bisa memilih beragam paket wisata sesuai kebutuhannya," ujar Maria.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo membenarkan bahwa DIY berpotensi besar untuk mengembangkan wisata kesehatan. Hal itu dilihat dari potensi keberadaan medical tourism dan traditional medical tourism yang ada di DIY. "Potensi seperti ini bisa menjadi daya tarik alternatif wisatawan yang kami nilai luar biasa," ujar Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.