Kebakaran Lahan di Gunungkidul Tewaskan 2 Lansia, Kasus Melonjak
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Anggaran milik Pemkab Gunungkidul akan dipangkas 2%. Rencananya hasil pemangkasan dipergunakan untuk memberikan kompensasi kebijakan naiknya harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, pemangkasan dana APBD untuk kompensasi kenaikan BBM tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022. Adanya peraturan ini, maka pemkab wajib menindaklanjuti dengan mengalihkan dana sekitar 2% dari APBD yang meliputi Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil.
“Sudah dihitung dan besaran untuk kompensasi BBM sebesar Rp4,5 miliar,” kata Saptoyo, Minggu (11/9/2022).
Meski demikian, ia mengakui belum bisa memastikan skema apa yang dilaksanakan untuk kompensasi. Hasil koordinasi awal ada beberapa opsi mulai dari pemberian bantuan sosial secara tunai, tapi ada juga wacana mewujudkan dalam bentuk program padat karya, perlindungan sosial hingga kompensasi untuk pekerja di sektor angkutan umum.
“Semua ada baik dan buruknya. Misalnya, untuk padat karya nantinya ada bukti fisik dari program yang dilaksankaan,” katanya.
Beberapa opsi ini sedang dikaji bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Sebagai contoh, untuk subsidi sektor angkutan dibahas bersama dengan Dinas Perhubungan, sedangkan untuk bansos dikomunikasikan dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana. “Mudah-mudahan segera ada kepastian terkait dengan plafon untuk kompensasi ini,” katanya.
Meski demikian, Saptoyo mengakui proses tidak semudah yang dibayangkan. Dari sisi pagu, tidak ada masalah karena sudah ada formulasi penghitungan dan besarannya juga diketahui.
Namun, sambung dia, untuk penentuan sasaran tidak mudah agar tidak ada duplikasi bantuan hingga terjadinya salah sasaran program. “Ini yang butuh pencermatan yang medalam sehingga tidak terjadi dobel bantuan atau salah sasaran,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, sudah mendengar rencana pemangkasan. Kebijakan ini ditindaklanjuti pencermatan untuk pelaksanaan program kompensasi.
BACA JUGA: Pemda yang Tak Salurkan Bansos BBM Bakal Kena Sanksi
“Efek BBM mengakibatkan ekonomi kerakyatan terganggu sehingga ada antisiapsi dengan pemberian kompensasi,” katanya.
Menurut dia, dalam pembahasan komisi dan badan anggaran (banggar), semua mata anggaran yang ada di dalam APBD akan dibedah. Apabila ada anggaran yang kurang begitu mendesak maka harus dikurangi dan dikonsentrasikan kepada kebutuhan masyarakat.
“Minimal 2% dan ini wajib dialokasikan untuk kompensasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
CEO JPMorgan Jamie Dimon peringatkan bank soal ancaman AI Mythos yang bisa bobol perusahaan tanpa kendali. ACI gaet 40+ perusahaan lindungi infrastruktur kritis
Pendaftaran TKA SMA 2026 gratis hingga 27 September. Cek hal yang harus diperhatikan sekolah dan murid, mulai dari data peserta hingga pilihan mata pelajaran.
Kebakaran lahan di Gunung Gede Pangrango seluas 1 hektare berhasil dipadamkan. Pendakian ditutup sementara 7-11 Agustus 2026, refund difasilitasi BBTNGGP.
OpenAI memperlambat sebagian pengembangan AI Astra setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan keamanan sibernya berpotensi mencapai level Critical. Pengamana
Burnout dapat membuat seseorang lebih mudah marah dan impulsif di media sosial. Psikolog Ratih Ibrahim mengingatkan burnout bukan alasan untuk merugikan orang l