Anak Muda Bawa Cerita Rakyat Jogja ke Persoalan Kekinian
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Anggota DPRD Bantul, Timbul Harjana semasa hidup / Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Berita duka datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul. Salah satu anggotanya, Timbul Harjana meninggal dunia, Rabu (14/9/2022) siang, sekitar pukul 11.45 WIB di Rumah Sakit Mitra Sehat Jogja.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meninggal dunia dalam usia 56 tahun. Kabar wafatnya Timbul Harjana dibenarkan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Bantul, Suratman,
“Iya beliau meninggal dunia kemarin, karena sakit,” kata Suratman, saat dihubungi Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA : Daftar Nama Anggota DPRD Bantul Periode 2019-2024
Suratman tidak mengetahui pasti penyakit yang diderita almarhum Timbul. Namun, sepengetahuannya almarhum mengalami komplikasi penyakit. Timbul, kata dia, sudah sakit-sakitan sejak 1,5 tahun terakhir. Meski demikian, Timbul tetap semangat untuk menjalankan tugasnya baik kedewanan, di Fraksi, maupun sebagai kader partai,
“Beliau sebagai pekerja keras dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Rencana almarhum akan dimakamkan di Makam Pacar, Karanglo, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul pada Kamis (15/9/2022) pukul 14.00 WIB.
Suratman mengaku sangat kehilangan dengan sosok Timbul Harjana. Selain pekerja keras, Timbul Harjana juga dikenal sebagai anggota Dewan yang aktif dan persahabatan dengan teman juga cukup baik.
Timbul Harjana merupakan anggota DPRD Bantul tiga periode. Selama menjadi anggota Dewan ia ditugaskan di Komisi D yang membidangi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Meski sempat pindah ke Komisi A, namun tidak lama Timbul kembali ke Komisi D karena sudah sesuai dengan kompetensinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.