Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, Gunungkidul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperkirakan alokasi bantuan air bersih di masyarakat tidak akan terserap 100%. Hingga sekarang sekarang kuota dropping air bersih masih sekitar 1.032 tangki.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, diprediksi awal musim hujan akan turun lebih cepat karena adanya fenomena kemarau basah.
Tanda-tanda ini sudah terlihat karena di sejumlah wilayah mulai diguyur hujan. “Memang musim hujan di Gunungkidul baru mulai Oktober, tetapi sekarang sudah mulai ada tanda-tanda perubahan musim,” kata Purwono kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA: Bakar Sampah di Ladang, Lansia di Semin Gunungkidul Ikut Terbakar Hingga Tewas
Prediksi hujan yang turun lebih cepat akan berpengaruh terhadap penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis. Di musim kemarau tahun ini, BPBD mengalokasikan bantuan air bersih sebanyak 1.400 tangki.
Meski demikian, sambung Purwono, kuota dropping air yang ada masih tersisa banyak karena penyaluran hingga pertengahan September baru sebanyak 368 tangki.
“Masih ada kuota sebanyak 1.032 tangki yang belum didistribusikan ke warga. Kemungkinan penyaluran juga tidak sebanyak dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata mantan Panewu Purwosari ini.
Dia menjelaskan, hingga sekarang ada enam kapanewon yang mengajukan bantuan air bersih. Adapun lokasi penyaluran dilaksankaan di Kapanewon Purwosari; Panggang; Paliyan; Rongkop, Saptosari dan Nglipar. “Untuk yang lain belum mengajukan,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan dropping air bersih tetap mengedepankan asas efisiensi dan efektivitas. Apalagi merujuk pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau sudah terlewati di Juli lalu. “Yang jelas harus ada surat permintaan resmi. Sebelum droping, kami juga harus melakukan verifikasi terlebih dahulu,” katanya.
Purwono memastikan pada saat ada sisa anggaran untuk droping, maka akan dikembalikan ke kas daerah. “Kalau tidak terserap semua maka dikembalikan ke Pemkab,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Irawat Jatmiko mengatakan, upaya pemenuhan layanan air bersih ke masyarakat terus dilakukan.
Menurut dia, pelaksanaan pengedropan air hanya bersifat sementara serta bukan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih. “Droping sangat situasional dan hanya sementara,” katanya.
Irawan mengakui, untuk perluasan layanan air bersih melaksanakan sejumlah program berkaitan dengan program pamsimas, spamdes hingga peruasan jaringan instalasi di PDAM. “Program terus dijalankan dengan harapan akses air bersih ke masyarakat jadi semakin mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.