Pengamat: Pelabelan BPA pada Air Kemasan Galon Jangan Membingungkan Konsumen

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 15 September 2022 22:57 WIB
Pengamat: Pelabelan BPA pada Air Kemasan Galon Jangan Membingungkan Konsumen

Galon air/Ist

Harianjogja.com, JOGJA — Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk merevisi Peraturan BPOM No.31/2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada Air Kemasan Galon terus memicu polemik.

Padahal, International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan Lembaga bagian dari WHO belum mengklasifikasikan Bisfenol A (BPA) dalam kategori karsinogenik pada manusia. 

Hal tersebut diungkap Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, Nugraha Edhi Suyatma.

Dia menegaskan IARC belum mengklasifikasikan BPA dalam kategori karsinogenik pada manusia. Sementara, acetaldehyde yang ada dalam kemasan PET justru sudah dimasukkan ke kelompok yang kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. 

BACA JUGA: Resmi, Presiden Jokowi Teken Inpres Kendaraan Listrik Jadi Kendaraan Dinas

Dengan demikian, katanya, menarasikan BPA sebagai karsinogenik itu tidak sesuai dengan pernyataan IARC dan WHO.

"Hingga sekarang, IARC masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3, belum masuk di grup 2A atau 2B. Kalau acetaldehyde, justru masuk ke grup 2B itu sejak lama,” kata Nugraha melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (15/9/2022).

Untuk diketahui, IARC mengklasifikasikan karsinogenik ini dalam empat grup. Kelompok 1, karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2A, kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2B, dicurigai berpotensi karsinogenik untuk manusia. Kelompok 3, tidak termasuk karsinogenik pada manusia. Kelompok 4, kemungkinan besar tidak karsinogenik untuk manusia.

"Jadi, dari sini juga FDA (The United States Food and Drug Administration) mengatakan tidak ada efek BPA atau paparan khusus. Levelnya pun rendah sehingga bisa dibatasi oleh upaya produsen untuk menghilangkan residu BPA yang tidak bereaksi dalam pembuatan plastik polikarbonat. Yakni, bisa dibuat menjadi sangat rendah dan mungkin bisa sampai ke level BPA Free," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online