Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pedagang daging ayam Pasar Bantul, Selasa (11/5/2021)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan berbagai upaya untuk menekan inflasi sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Hemi Jamharis mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau harga kebutuhan pokok. “Dari hasil pemantauan TPID, belum ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan,” kata Helmi, saat dihubungi Jumat (16/9/2022).
Ia berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil meski ada kenaikan harga BBM. Pemkab Bantul sudah menyediakan anggaran 2% dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) triwulan keempat tahun ini. Nominalnya Rp4,7 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk menekan inflasi di Bantul.
Rp2,5 miliar akan digunakan untuk kegiatan padat karya karena program padat karya diakuinya dapat menyerap tenaga kerja sehingga masyarakat mendapatkan gaji dari kegiatan tersebut, sekaligus membangun infrastrkrur.
Sementara sisanya akan digunakan untuk bantuan sosial atau bantuan langsung tunai (BLT) BBM kepada masyarakat yang terdampak dan belum memperoleh bantuan serupa dari Pemerintah Pusat. Pemkab Bantul masih mendata penerima BLT BBM agar tidak terjadi data ganda penerima bantuan. “BPL masih proses pendataan,” ucap Helmi.
Zuhriyatun Nur Handayani, Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar rakyat masih stabil. Tidak ada kenaikan yang cukup signifikan. Yang terjadi justru ada penurunanan harga sejumlah bahan pokok.
BACA JUGA: Sultan: Malioboro Mall dan Hotel Ibis Bisa Terintegrasi dengan JPG
Ia mencontohkan cabai merah dari Rp60.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, bawang merah antara Rp28.000-30.000 per kilogram, beras Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp12.960 per kilogram, minyak goreng curah Rp12.500 per liter, minyak goreng kemasan Rp17.900 per liter, bawang putih kating Rp25.200 per kilogram.
“Insyaallah harga kebutuhan pokok terkendali dan stok aman masih stabil. Dampak kenaikan harga BBM belum mempengaruhi sampai saat ini,” kata Nani, sapaan Zuhriyatun Nur Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.